Heboh Perang Kelompok Pakai Busur di Makassar Jadi Tontonan, Begini Faktanya

Heboh Perang Kelompok Pakai Busur di Makassar Jadi Tontonan, Begini Faktanya

Syachrul Arsyad - detikSulsel
Minggu, 12 Jul 2026 14:30 WIB
Polisi meluruskan informasi viral soal perang kelompok pakai busur panah di Makassar.
Foto: Polisi meluruskan informasi viral soal perang kelompok pakai busur panah di Makassar. (dok. Istimewa)
Makassar -

Heboh di media sosial perang antarkelompok menggunakan busur panah hingga menjadi tontonan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Polisi yang melakukan penyelidikan meluruskan bahwa kejadian itu hanya sebatas permainan anak-anak dan tidak menggunakan senjata tajam.

Peristiwa itu terjadi di depan minimarket, Jalan Arif Rahman Hakim, Kecamatan Tallo, Sabtu (11/7) malam. Polsek Tallo menegaskan situasi itu cuma permainan memakai kertas yang seolah-olah dijadikan senjata dan dilengkapi pelontar yang disebut pakatto.

"Itu cuma anak-anak yang sering main-main pakai kertas, jadi dia buat istilahnya pakkatto. Cuma memang pakai pelontar juga," tegas Kapolsek Tallo AKP Asfada kepada detikSulsel, Minggu (12/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asfada menjelaskan, permainan itu memang kerap dilakukan anak-anak di wilayah itu. Dia memastikan peristiwa itu bukan perang kelompok atau tawuran sebagaimana dinarasikan di media sosial.

"Bukan (perang kelompok). Jadi mereka nongkrong, ngumpul anak-anak SD, kalau sore dia main bola, selesai main bola, cari kertas dia bikin model itu," ucapnya.

ADVERTISEMENT
Polsek Tallo mengamankan alat permainan dari kertas yang sempat disebut sebagai busur panah.Polsek Tallo mengamankan alat permainan dari kertas yang sempat disebut sebagai busur panah. (dok. Istimewa)

Asfada juga telah menemui tokoh masyarakat di lokasi kejadian. Dia mengimbau agar permainan itu tidak dilakukan apalagi situasinya sampai disalahpahami masyarakat.

"Kalau ada yang begini jangan dibuatkan viral terus seolah-olah terjadi perang kelompok atau penyerangan. Karena akan jadi bias di masyarakat yang menerima informasi, padahal kejadiannya tidak seperti itu," jelas Asfada.

Dia juga memperingatkan permainan tersebut dikhawatirkan mempengaruhi tumbuh kembang anak-anak. Asfada kembali mengimbau agar permainan itu tidak dilakukan karena bisa membawa keresahan bagi masyarakat.

"Harusnya dijelaskan bahwasanya itu cuma permainan, tapi saya sudah minta tolong ke warga untuk tidak melakukan hal serupa. Karena itu bisa jadi bibit-bibit yang bisa menjadi besar nanti," imbuh Asfada.

Diketahui, peristiwa itu terekam kamera hingga videonya viral di media sosial. Dari video beredar, tampak sejumlah anak-anak saling kejar di jalanan dan dinarasikan terlibat perang kelompok.

Dalam unggahan video tersebut, sejumlah anak menggunakan senjata berupa busur panah. Kondisi itu pun dijadikan tontonan masyarakat yang tengah duduk santai di depan sebuah minimarket.



(sar/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads