Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), melaporkan sebanyak 9.371 rumah dari empat kecamatan dilanda bencana kekeringan. Bencana alam itu mengakibatkan 37.189 jiwa atau 10.596 kepala keluarga (KK) terdampak.
Dari data hasil kaji cepat BPBD Makassar periode 1 Juni-8 Juli 2026, empat kecamatan terdampak bencana kekeringan, yakni Ujung Tanah, Tallo, Biringkanaya dan Tamalanrea. Daerah terdampak tersebar di 125 titik dari 18 kelurahan.
Kepala BPBD Makassar Fadli Tahar mengaku akan melaporkan kondisi ini kepada Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin. Pihaknya mempertimbangkan penetapan status kedaruratan bencana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mau melapor pak wali dulu untuk dasar darurat bencana," ungkap Fadli kepada detikSulsel, Jumat (7/10/2026).
Adapun daerah paling terdampak berada di Biringkanaya. Bencana kekeringan di wilayah itu mengakibatkan 14.787 jiwa dari 4.084 rumah mengalami bencana kekeringan tersebut.
Setelah itu di Kecamatan Tallo dengan 2.719 rumah terdampak kekeringan. Di wilayah tersebut sebanyak 13.024 jiwa atau 3.698 KK terdampak.
Di Kecamatan Tamalanrea sebanyak 6.457 jiwa dari 1.1923 terdampak kekeringan. Sementara di Kecamatan Tallo sebanyak 2.921 jiwa dari 645 rumah terdampak bencana kekeringan.
BPBD Makassar telah menurunkan 180 personel di wilayah terdampak. Sebanyak 57 unit tandon air, 4 unit pompa dan 4 pikap dikerahkan untuk melakukan penanganan.
