Appi Pastikan Proyek Stadion Untia Jalan Tahun Ini, Dimulai dari Penimbunan

Appi Pastikan Proyek Stadion Untia Jalan Tahun Ini, Dimulai dari Penimbunan

Andi Nur Isman Sofyan - detikSulsel
Kamis, 09 Jul 2026 18:30 WIB
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menginstruksikan seluruh camat menggelar nonton bareng (nobar) babak delapan besar Piala Dunia 2026.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Foto: dok istimewa
Makassar -

Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin memastikan proyek Stadion Untia berjalan tahun ini setelah tender dimulai. Appi mengatakan proyek akan diawali dengan penimbunan terlebih dahulu, sebelum konstruksinya pada 2027 nanti.

"Desain dan build-nya sudah tayang. Saat ini kita sedang menunggu penawaran yang baik untuk memastikan tahun ini sudah ada progres dari pekerjaan stadion di Untia," ujar Appi kepada wartawan di Balai Kota Makassar, Kamis (9/7/2026).

Appi menjelaskan pembangunan stadion akan dilaksanakan dengan skema pembiayaan multiyears selama dua tahun anggaran. Pada tahap awal, pekerjaan akan difokuskan pada penimbunan lahan serta pembangunan struktur dasar stadion.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini kan multiyears dua tahun. Jadi sekarang tahapannya tentu ada penimbunan, kemudian pembangunan kerangka dasar strukturnya," katanya.

Menurutnya, proses tender akan berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku. Setelah masa pemasukan penawaran berakhir, pemerintah akan melakukan evaluasi untuk menentukan penyedia jasa terbaik.

ADVERTISEMENT

"Memang ada waktunya sekitar satu bulan untuk menyeleksi kontraktor, setelah itu ditentukan pemenangnya. Terbuka untuk siapa pun kontraktornya," jelasnya.

Mengingat nilai proyek yang mencapai sekitar Rp 350 miliar, Appi menegaskan seluruh proses pembangunan akan dikawal secara ketat guna memastikan akuntabilitas dan transparansi. Dikatakan, pengawasan menjadi hal penting karena stadion merupakan bangunan dengan standar teknis yang jauh lebih kompleks dibandingkan bangunan biasa.

"Tentu kita akan kawal semuanya. Pola pekerjaan, proses tender, semuanya harus dijaga dan dikawal bersama-sama APH untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam pembangunan," ujarnya.

"Ini tidak bisa salah-salah karena stadion bukan bangunan biasa. Ada aturan-aturan, standarisasi, dan berbagai persyaratan teknis yang harus dipenuhi," sambungnya.

Munafri mengungkapkan pembangunan Stadion Untia tidak hanya ditujukan sebagai sarana olahraga, tetapi juga menjadi pemicu tumbuhnya kawasan ekonomi baru di Untia. Pemerintah Kota Makassar tengah menyiapkan grand design pengembangan kawasan agar pembangunan stadion terintegrasi dengan potensi wilayah di sekitarnya.

"Jadi nanti kita bikin grand design-nya. Pemerintah membuat trigger-nya. Setelah stadion hadir, kita berharap developer maupun perusahaan-perusahaan properti bisa memanfaatkan potensi keramaian yang muncul dari stadion itu," tuturnya.

Stadion Untia sendiri nantinya dirancang memiliki kapasitas 15.000 hingga 17.000 penonton, sehingga diharapkan mampu menjadi stadion representatif untuk mendukung berbagai kegiatan olahraga maupun event berskala nasional di Makassar.

Ia menilai kawasan Untia memiliki berbagai potensi pendukung, mulai dari kedekatan dengan kawasan pesisir, fasilitas pemerintah, Pelabuhan Perikanan Untia, hingga kawasan hutan mangrove. Appi juga memastikan pembangunan Stadion Untia sepenuhnya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar.

"Skemanya APBD," tutup Appi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir mengatakan proses tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen Wali Kota Makassar untuk menghadirkan stadion representatif yang mampu mendukung pengembangan olahraga sekaligus menjadi ikon baru Kota Makassar.

"Saat ini pembangunan Stadion Untia telah memasuki tahap pemilihan penyedia jasa. Pada tanggal 3 Juli 2026, kami telah mengumumkan proses prakualifikasi penyedia sebagai tahapan awal dalam seleksi calon pelaksana pekerjaan," ujar Zuhaelsi.

Pembangunan Stadion Untia akan dilaksanakan menggunakan skema tahun jamak (multiyears) untuk periode 2026-2027. Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas PU telah menyiapkan pagu anggaran sebesar Rp 350 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Paket pekerjaan tersebut telah diumumkan melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kota Makassar dengan nama paket Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Olahraga, Pembangunan Stadion Untia. Nilai pagu paket ditetapkan sebesar Rp 350.000.000.000, dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp 350.000.000.000.

Sementara itu, nilai kontrak belum ditetapkan karena proses pengadaan masih berada pada tahap prakualifikasi dua file. Zuhaelsi menjelaskan, setelah tahapan prakualifikasi selesai, proses pengadaan akan dilanjutkan dengan evaluasi administrasi, evaluasi teknis, serta penilaian terhadap kemampuan peserta dalam memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan.

"Pemerintah Kota Makassar berkomitmen menjalankan seluruh proses pengadaan secara transparan, profesional, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," jelasnya.

Menurut Zuhaelsi, dengan mempertimbangkan tahapan kontraktual serta waktu efektif pelaksanaan hingga akhir tahun 2026, pekerjaan yang dapat direalisasikan pada tahun pertama difokuskan pada tahapan awal pembangunan. Tahapan tersebut meliputi penyusunan desain rinci (detail engineering design), mobilisasi peralatan dan tenaga kerja, persiapan lapangan, serta pekerjaan pematangan lahan sebagai fondasi untuk pelaksanaan konstruksi utama pada tahun 2027.

"Pembangunan Stadion Untia merupakan salah satu proyek strategis Pemerintah Kota Makassar. Karena itu, seluruh tahapan kami laksanakan secara bertahap, mulai dari perencanaan, pengadaan, hingga pelaksanaan konstruksi agar proyek ini dapat berjalan tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran," lanjutnya.

Dia menambahkan, Pemerintah Kota Makassar optimistis pembangunan Stadion Untia akan menjadi tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur olahraga di kota ini. Kehadiran stadion tersebut diharapkan tidak hanya mendukung pembinaan atlet dan penyelenggaraan berbagai ajang olahraga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan serta menghadirkan pusat aktivitas masyarakat.

Tahapan tersebut meliputi penyusunan desain rinci (detail engineering design), mobilisasi peralatan dan tenaga kerja, persiapan lapangan, serta pekerjaan pematangan lahan sebagai dasar pelaksanaan konstruksi utama yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.

"Seluruh tahapan kami laksanakan sesuai mekanisme pengadaan yang berlaku agar pembangunan dapat berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan sesuai perencanaan," tutup Zuhaelsi.



(asm/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads