IGS 2026, Delegasi 28 Negara Nikmati Kuliner Khas Sulsel di Benteng Rotterdam

IGS 2026, Delegasi 28 Negara Nikmati Kuliner Khas Sulsel di Benteng Rotterdam

Sahrul Alim - detikSulsel
Rabu, 24 Jun 2026 09:30 WIB
Para delegasi saat menghadiri Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 di Makassar.
Foto: Para delegasi saat menghadiri Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 di Makassar. (Sahrul Alim/detikSulsel)
Makassar -

Sebanyak 41 delegasi dari 28 negara peserta Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 menikmati sejumlah kuliner khas Sulawesi Selatan (Sulsel) di Benteng Rotterdam Makassar. Selain menikmati sajian kuliner, para delegasi itu juga disuguhi pertunjukan seni budaya khas Sulsel.

Perwakilan kedutaan besar negara sahabat ini mulai memadati Benteng Rotterdam, Jalan Ujung Pandang, Selasa (23/6/2026) sore. Sebelum gala dinner, mereka terlebih dahulu diperkenalkan proses pembuatan penutup kepala tradisional khas suku Bugis alias songkok recca dan pameran lukisan dari tanah liat.

Setelah berkeliling Benteng Rotterdam sembari menikmati sunset, para delegasi lalu disuguhi sejumlah hidangan kuliner khas Makassar. Hidangan seperti Coto Makassar, Konro, Nasu Likku, Dangke, Kapurung, Kapurung, Sokko, hingga Pulu Mandoti memanjakan lidah para delegasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin yang menyambut para delegasi mengaku terhormat menjadi tuan rumah IGS tahun ini. Bagi Appi, perjamuan ini bukan sekadar makan malam biasa, tetapi menjadi perayaan persahabatan, budaya dan diplomasi lewat kuliner.

"Makassar bangga dengan warisan kulinernya yang kaya. Kami sering mengatakan bahwa makan di Makassar sulit karena selalu ada hidangan lezat yang menunggu untuk dinikmati kapan saja sepanjang hari. Kami berharap makan malam ini menjadi awal perjalanan yang tak terlupakan menuju cita rasa kota kami," ujar Appi dalam sambutannya di hadapan para delegasi IGS 2026.

ADVERTISEMENT

Appi berharap rangkaian kegiatan IGS 2026 yang mencakup forum bisnis, tour kota, dan pengalaman budaya ini bisa memperkenalkan potensi Makassar untuk peluang kerja sama di berbagai sektor. Appi menyebut Kota Makassar saat ini terus memperkuat posisinya sebagai pusat perdagangan dan jasa di kawasan timur Indonesia.

"Keberadaan Pelabuhan Makassar New Port (MNP), akses transportasi yang terintegrasi, kawasan industri, serta dukungan iklim investasi yang kondusif menjadi modal penting dalam menarik minat investor dan mitra internasional," katanya.

Di bidang pariwisata, lanjut Appi, Makassar juga menawarkan beragam destinasi unggulan. Diantaranya wisata bahari di gugusan kepulauan, wisata sejarah, hingga kekayaan kuliner yang telah dikenal luas di tingkat nasional maupun internasional.

"Yang terpenting, kami berharap pertemuan ini dapat mempererat persahabatan antar negara dan membuka peluang baru untuk kerja sama serta kemitraan," jelas Appi.

Diketahui, 41 delegasi dari 28 negara yang menjadi peserta IGS ini merupakan perwakilan dari negara Fiji, Australia, Pakistan, Jepang, Meksiko, Brasil, Ukraina, Bosnia and Herzegovina, Cuba, Tunisia, Venezuela, Serbia, Polandia, Solomon Islands. Kemudian, dari Peru, Nigeria, Costa Rica, Bulgaria, Lao PDR, Finlandia, Kambodia, Zimbabwe, Ethiopia, Rwanda, Belanda, Uruguay, Malaysia dan Filipina.

Kegiatan ini akan diikuti oleh perwakilan diplomatik yang meliputi unsur Duta Besar/Kepala Perwakilan Negara Sahabat beserta spouse, Konsul Jenderal, serta anggota korps diplomatik yang membidangi ekonomi, perdagangan, investasi, dan sosial budaya. Delegasi akan dipimpin oleh Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Heru H. Subolo.

"Jadi malam ini, kita berkumpul di sini sebagai bagian dari seri Gastro Diplomasi Indonesia yang keenam. Ini adalah inisiatif dari Kementerian Luar Negeri yang diluncurkan pada tahun 2023 untuk memamerkan kekayaan budaya dan warisan Indonesia, sambil memperkuat keterlibatan internasional melalui salah satu bahasa paling universal yang dikenal umat manusia, yaitu makanan," ujar Heru dalam sambutannya.

Dia menyebut Gastro Diplomasi telah berkembang menjadi lebih dari sekadar ajang kuliner. IGS menjadi platform yang menghubungkan pemerintah daerah, komunitas, industri kreatif, dan mitra internasional.

"Kami sangat senang membawa Anda semua ke dalam program di Makassar, kota yang indah di Indonesia Timur. Kota yang menawarkan kombinasi menarik dari dinamisme ekonomi, keberagaman budaya, warisan maritim, dan tentu saja, keunggulan kuliner," jelas Heru.



(sar/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads