Pemilik warung makan Pallubasa Serigala di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), membongkar sendiri tendanya yang berdiri di atas fasilitas umum (fasum) setelah 30 tahun. Limbah makanan terungkap dibuang sembarangan hingga menyumbat saluran drainase.
Tenda warung makan di Jalan Serigala, Kecamatan Mamajang, itu dibongkar sendiri pemiliknya pada Kamis (11/6/2026) malam. Pihak kecamatan memang sudah memasukkan tenda warung itu dalam daftar objek penertiban bangunan di atas fasum.
"Alhamdulilah tadi malam sekitar jam 11.00 malam, sudah dibongkar secara mandiri oleh pemilik dengan diawasi oleh kami," ujar Camat Mamajang Muhammad Rizal kepada detikSulsel, Jumat (12/6).
Setelah tenda dibongkar, pihak kecamatan lantas melakukan pembersihan di lokasi pada Jumat (12/6) pagi. Pihak kecamatan dibantu Dinas Pekerjaan Umum (PU) membongkar beton permanen yang menutupi drainase tersebut.
"Tadi masih ada yang tersisa sisa coran betonnya yang belum dibongkar. Tadi juga sudah dilakukan pembongkaran oleh kami karena tertutup permanen," jelasnya.
Rizal menyebut pemilik warung telah menguasai fasum berupa drainase ini sejak 30 tahun silam. Sebelum mendirikan warung di seberang jalan, pemilik Pallubasa Serigala awalnya hanya berupa tenda ini.
"Sudah lama sekali karena memang pertama bukanya kan di situ. Ya, 30 tahun lalu. Makanya saya juga bingung kenapa setelah ada tempatnya, itu tenda masih berdiri. Saya kurang tahu kenapa bisa dipertahankan. Cuman yang jelas hari ini adalah hari di mana kami harus melakukan penertiban," pungkas Rizal.
Simak Video "Menikmati Kelezatan Konro Iga Bakar di Restoran Kota Makassar"
(hsr/hsr)