Driver ojek online (ojol) bernama Sandi S (28) ternyata dibusur pengatur lalu lintas liar alias pak ogah berinisial RHN saat melintas di kawasan Puri Taman Sari, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelaku diduga tidak terima ditegur oleh korban yang tidak diberi jalan.
Kapolsek Manggala Kompol Samuel To'longan mengatakan dari hasil pemeriksaan saksi, korban menegur pelaku karena tidak memberi jalan dan mengutamakan pengguna jalan yang memberi uang. Korban dan pelaku kemudian terlibat cekcok di lokasi.
"Pelaku tidak terima ditegur, kemudian saat berkelahi pelaku kalah lalu mengambil busur dan menembak korban," kata Kompol Samuel kepada detikSulsel, Minggu (18/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Samuel mengungkapkan korban terkena panah busur di pinggang kanan. Meski dalam kondisi terluka, korban sempat mengejar pelaku dengan mengendarai motornya.
"Namun pelaku berhasil melarikan diri. Korban kemudian dilarikan ke RS Hermina Makassar sebelum dirujuk ke RSUD Daya untuk menjalani operasi," jelasnya.
Polisi kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Sebanyak enam orang pak orah yang merupakan rekan pelaku diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus tersebut.
"6 orang yang diduga saksi dan teman pelaku masih dilakukan pemeriksaan oleh penyidik terkait keterlibatan dalam kejadian tersebut, dan hingga saat ini masih ditahan di Mapolsek," kata Samuel.
Samuel mengaku masih melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap pelaku utama. Polisi juga telah mendatangi rumah pelaku, tetapi yang bersangkutan tidak berada di lokasi.
"Pengembangan belum membuahkan hasil. Tadi subuh sempat didatangi rumahnya, tetapi masih nihil," katanya.
Diketahui, seorang driver ojol dibusur panah saat melintas Jembatan Puri Taman Sari, Kecamatan Manggala, Makassar, Sabtu (16/5) sekitar pukul 11.00 Wita. Korban terkena busur di bagian pinggang.
"Pelaku hanya satu, inisial RHN," kata Kompol Samuel To'longan kepada detikSulsel, Sabtu (16/5).
(hsr/asm)











































