Bocah bernama Hilal (13) dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), usai ditebas menggunakan parang oleh geng motor. Pemkot Makassar memastikan perawatan korban tanpa dipungut biaya.
"Di RS Daya tidak ada tagihan apa pun kepada pasien korban begal di Ablam. Perawatan medis gratis," kata Direktur Utama RSUD Daya Makassar, dr A Any Muliany dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).
Any menegaskan, korban kekerasan tetap mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa terkendala biaya. Hal ini melalui dukungan Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin melalui anggaran jaminan kesehatan daerah (Jamkesda).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui skema Jamkesda, Pemkot Makassar memastikan seluruh pembiayaan medis korban dalam kondisi darurat sosial dapat ditanggung negara. Menurut Any, kasus-kasus seperti ini tidak tercover dalam skema BPJS Kesehatan.
"Untuk korban begal, kekerasan, maupun tawuran, memang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Namun Bapak Wali Kota masih mengalokasikan anggaran khusus untuk kasus-kasus seperti ini melalui skema Jamkesda," terang Any.
Any menjelaskan, pasien (H) dirujuk di RSUD Daya setelah mendapatkan penanganan awal di RS Pelamonia. Pasien diterima di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Daya.
"Pasien sudah berada di IGD dan rencananya akan dipindahkan ke ruang perawatan," tuturnya.
Saat ini, kondisi pasien masih dalam tahap penanganan awal sehingga belum dapat langsung menjalani tindakan operasi. Tim medis memutuskan untuk melakukan stabilisasi terlebih dahulu melalui transfusi darah.
"Untuk sementara belum bisa langsung operasi, karena harus menjalani transfusi darah terlebih dahulu," sambung Any.
Langkah pemeriksaan medis juga telah dilakukan, meliputi pemeriksaan laboratorium, foto rontgen dada, serta pemeriksaan tulang punggung guna memastikan kondisi pasien secara menyeluruh. Operasi direncanakan akan dilakukan setelah kondisi pasien dinilai stabil.
"Tentu, kami menjalankan tugas pelayanan kesehatan sesuai prosedur, dengan mengedepankan keselamatan pasien sebagai prioritas utama," katanya.
Any menambahkan, kasus kekerasan seperti begal maupun kecelakaan lalu lintas bukanlah hal baru di RSUD Daya. Manajemen RSUD Daya Makassar memastikan memberikan layanan maksimal.
"Untuk kejadian begal atau kecelakaan, kasus seperti ini hampir setiap minggu kami tangani di RSUD Daya," ungkap Any.
Korban Diserang Saat Nongkrong
Diketahui, penyerangan geng motor terjadi di Jalan Abu Bakar Lambogo (Ablam), Kecamatan Makassar, Minggu (10/5) sekitar pukul 01.00 Wita. Korban awalnya sedang duduk di pinggir jalan bersama temannya.
"Posisinya adik saya itu dia duduk-duduk di pinggir jalan bersama teman-temannya itu. Tiba-tiba ada segerombolan geng motor itu menyerang," kata kakak korban, Tegar Aprilio kepada detikSulsel, Minggu (10/5).
Korban bersama temannya sempat berusaha menyelamatkan diri. Nahasnya, korban terjatuh hingga langsung diserang menggunakan parang oleh pelaku.
"Dan ini nda (tidak) tahu adikku kenapa, jatuh mungkin itu na langsung mi ditebas-tebas (menggunakan parang)," imbuhnya.
(sar/hsr)











































