Polisi turun tangan mengamankan aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Arus lalu lintas perlahan mulai lancar setelah blokade jalan dibuka.
Pantauan detikSulsel di lokasi, Jumat (24/4/2026), polisi mulai datang pukul 20.00 Wita. Aparat datang menggunakan barracuda dan meminta massa membubarkan diri.
"Kami imbau kembali waktu unjuk rasa telah selesai, kami mohon dengan hormat untuk kembali ke rumah masing-masing. Silakan lanjutkan unjuk rasa esok hari," ujar salah satu polisi melalui pengeras suara di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aparat meminta massa aksi untuk membubarkan diri karena waktu unjuk rasa yang diizinkan telah selesai. Polisi juga meminta agar jalan yang diblokade kembali dibuka.
"Kami hargai Anda menyampaikan pendapat namun dibatasi unjuk rasa sampai pukul 18.00 dan tidak mengganggu masyarakat lainnya," ucapnya.
"Maka dari itu kami dari kepolisian meminta yang menutup jalan agar kembali ke rumah masing-masing. Demi kenyamanan dan kelancaran arus lalu lintas," tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, unjuk rasa di Urip Sumoharjo berakhir ricuh. Massa yang didominasi pengemudi ojek online (ojol) memukul mundur mahasiswa yang sebelumnya memblokade jalan.
Unjuk rasa juga menyebabkan kemacetan sepanjang 3 kilometer dari sore hingga malam hari. Dalam orasinya, massa menuntut beberapa hal, termasuk mendesak kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus agar diusut tuntas.
(ata/hmw)











































