Appi Alihkan Anggaran Randis Pemkot Makassar ke Sektor Pendidikan-Infrastruktur

Appi Alihkan Anggaran Randis Pemkot Makassar ke Sektor Pendidikan-Infrastruktur

Iswandy Rusli - detikSulsel
Kamis, 16 Apr 2026 07:29 WIB
Walkot Makassar Munafri mengalihkan anggaran randis Pemkot Makassar ke pendidikan dan infrastruktur demi kebutuhan masyarakat. Dokumen Istimewa
Foto: Walkot Makassar Munafri mengalihkan anggaran randis Pemkot Makassar ke pendidikan dan infrastruktur demi kebutuhan masyarakat. Dokumen Istimewa
Makassar -

Wali Kota Makassar, Munafri 'Appi' Arifuddin, mengalihkan anggaran pengadaan kendaraan dinas (randis) ke sektor pendidikan dan infrastruktur. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk keberpihakan terhadap kebutuhan masyarakat.

"Saya sampaikan bahwa tidak ada pengadaan kendaraan Dinas baru di Pemkot Makassar," ujar Appi kepada wartawan, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh pejabat di lingkungan Pemkot Makassar. Appi sendiri memilih tetap menggunakan kendaraan dinas lama, yakni mobil listrik Hyundai Ioniq 5 keluaran 2023 dari era kepemimpinan sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya saja, sejak awal menjabat, kendaraan operasional mobil listrik Hyundai Ioniq 5 keluaran 2023," ujarnya.

Selain itu, tersedia pula satu unit kendaraan cadangan, yakni Toyota Alphard keluaran sekitar tahun 2022 yang dapat digunakan bila diperlukan.

ADVERTISEMENT

"Ada juga kendaraan cadangan satu unit lain seperti Toyota Alphard keluaran sekitar tahun 2022, bisa dipakai," sambungnya.

Appi menegaskan, keputusan ini bukan sekadar simbol kesederhanaan, melainkan bagian dari arah kebijakan yang lebih luas. Ia kembali menekankan pentingnya memprioritaskan kebutuhan masyarakat, terutama di tengah tekanan penghematan anggaran dari pemerintah pusat.

Anggaran Dialihkan untuk Program Prioritas

Lebih lanjut, Appi menyebut anggaran yang sebelumnya berpotensi digunakan untuk pengadaan maupun sewa kendaraan akan dialihkan ke program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Fokus tersebut mencakup penguatan sektor pendidikan, seperti penyediaan seragam sekolah, serta percepatan perbaikan infrastruktur jalan hingga ke lorong-lorong permukiman.

"Kemudian, dialihkan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui subsidi iuran sampah gratis, hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga di wilayah kepulauan," jelasnya.

"Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar dalam mengarahkan belanja daerah ke sektor-sektor yang lebih prioritas dan berdampak langsung bagi masyarakat," sambungnya.

Menurut Appi, dengan kondisi kendaraan yang masih relatif baik, pengadaan mobil dinas baru belum menjadi prioritas.

"Kondisi medan di Makassar juga tidak ekstrem seperti di daerah lain. Jadi, saya bilang, tidak usah belanja mobil baru. Saya pakai saja yang ada (lama)," jelasnya.

Ia juga memastikan penggunaan kendaraan listrik tersebut tidak menemui kendala berarti. Dukungan fasilitas purna jual seperti bengkel dan dealer di Kota Makassar dinilai memadai untuk menunjang operasional.

"Pernah ada satu kali kendala, tapi gampang. Di sini ada bengkel dan dealernya, jadi sangat aman. Kalau pun ada masalah, ada dealer yang bisa bertanggung jawab," tuturnya.



(hmw/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads