Pemkot Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengebut pembangunan Jalan Leimena-Antang yang akan menjadi jalur alternatif pengurai kemacetan. Pembebasan lahan untuk jalan sepanjang 1,3 kilometer tersebut ditargetkan rampung Juli 2026.
Hal itu mengemuka dalam rapat monitoring progres pembangunan jalan alternatif di Balai Kota Makassar pada Kamis (9/4/2026). Pertemuan ini dipimpin langsung Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama jajaran Pemkot dengan pihak Kalla Land & Property.
Jalan alternatif ini nantinya akan dibuka di area pinggir Sungai Tallo, mulai dari kawasan Bukit Baruga Antang menembus ke Kecamatan Manggala. Jalur dengan luas 6 hektare ini akan menghubungkan Kecamatan Manggala, Tamalanrea dan Panakkukang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CEO Kalla Land & Property Ricky Theodores selaku pengembang menyampaikan, progres pembebasan lahan saat ini telah mencapai 60 persen. Pihaknya tengah mengakselerasi sisa pembebasan lahan agar status legalitas proyek segera tuntas.
"Kami menargetkan pembebasan lahan selesai bulan Juli, sehingga pada Oktober seluruh legalitas sudah 'clean and clear' sebelum diserahkan ke pemerintah kota," ujarnya.
Ricky merinci terdapat empat klaster perumahan dengan total 600 unit rumah yang kini tengah dibangun di wilayah Nipa-Nipa. Pertumbuhan hunian yang masif ini mendorong pembangunan jalur alternatif untuk segera dituntaskan.
Dia menambahkan, proyek ini telah masuk dalam data perencanaan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta mengantongi dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) kawasan. Pihaknya terus melakukan koordinasi untuk memastikan proyek tersebut selaras dengan rencana tata ruang.
"Kami sudah sampaikan rencana ini ke BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Pompengan, Dinas PU, dan Tata Ruang. Pada dasarnya mereka mendukung, tinggal melihat detail sinkronisasinya," jelas Ricky.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin meminta seluruh kendala di lapangan segera dilaporkan agar dapat dibantu oleh pemerintah. Ia menegaskan Pemkot Makassar siap langsung melakukan pengerjaan begitu lahan diserahkan.
"Disampaikan saja apa yang menjadi persoalannya, apa yang dibutuhkan. Pemerintah siap support untuk percepatan. Yang penting sudah diserahkan ke Pemkot, kita langsung masuk," tegas Appi.
Appi juga menekankan agar pihak Kalla Land & Property tetap memperhatikan keseimbangan tata ruang di sekitar proyek. Ia tidak ingin jalur baru tersebut nantinya hanya dipenuhi deretan ruko tanpa menyisakan lahan hijau bagi warga.
"RTH (harus diperhatikan), supaya jangan semuanya lagi langsung jadi ruko lagi semua samping," pungkasnya.
(sar/ata)











































