Cleaning Service RS Kemenkes Makassar Dipecat Usai Diduga Dilecehkan Atasan

Cleaning Service RS Kemenkes Makassar Dipecat Usai Diduga Dilecehkan Atasan

Sahrul Alim - detikSulsel
Jumat, 10 Apr 2026 13:08 WIB
Ilustrasi pelecehan
Foto: Ilustrasi pelecehan seksual. (Getty Images/Favor_of_God)
Makassar -

Wanita berinisial AD (25) yang bekerja sebagai cleaning service Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga dilecehkan oleh atasannya inisial IR. Mirisnya, korban malah dipecat usai melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

"Saya dengan dia (terduga pelaku) cuma sebatas rekan kerja," ujar AD kepada detikSulsel, Jumat (10/4/2026).

Dugaan pelecehan itu terjadi di lantai 9 gedung RSUP Kemenkes Makassar pada Kamis (22/1) sekitar pukul 20.30 Wita. Korban dilecehkan terduga pelaku yang merupakan pengawasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia atasanku, saya ini bawahannya, beda area pekerjaan lantai 11 dengan 9," tuturnya.

Korban telah melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Makassar. Korban menyebut terduga pelaku kerap melakukan perbuatan asusila kepada bawahannya yang lain.

ADVERTISEMENT

"Memang wataknya, karena sudah 2 korbannya di tempat yang sama. Saya korban keduanya," ucap korban.

Belakangan, korban justru dipecat dari perusahaannya pada Senin (6/4). Pemutusan hubungan kerja (PHK) itu tertuang dalam surat PT Cipta Sarana Klin selaku penyedia jasa kebersihan di RSUP Kemenkes Makassar.

"Langsung dipecat, tidak ada SP (surat peringatan)," tambah korban.

Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Wahiduddin telah dikonfirmasi terkait laporan dugaan pelecehan yang dialami cleaning service RS Kemenkes Makassar. Namun Wahiduddin belum merespons dan memberikan keterangan lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Makassar, Ita Isdiana Anwar telah menurunkan tim melakukan pendampingan. Pihaknya sudah memberikan layanan konseling kepada korban.

"Saat ini masih dalam proses menunggu hasil pemeriksaan konseling lanjutan guna memastikan kondisi psikologis korban tertangani dengan baik," kata Ita yang dikonfirmasi terpisah.




(sar/nvl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads