Jorok! Sampah di Teuku Umar Makassar Menumpuk gegara Sepekan Tak Diangkut

Jorok! Sampah di Teuku Umar Makassar Menumpuk gegara Sepekan Tak Diangkut

Nurul Hidayah - detikSulsel
Minggu, 05 Apr 2026 18:03 WIB
Sampah menumpuk di Jalan Teuku Umar Makassar.
Sampah menumpuk di Jalan Teuku Umar Makassar. Foto: (Nurul Hidayah/detikSulsel)
Makassar -

Tumpukan sampah terjadi di pinggir Jalan Teuku Umar 13 Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Warga mengeluhkan sampah tersebut sudah sepekan menumpuk namun tak kunjung diangkut.

Pantauan detikSulsel di lokasi, Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 17.00 Wita, tumpukan sampah tersebut terlihat berada di depan sebuah pabrik di Jalan Teuku Umar 13, Kecamatan Tallo. Tampak tiga truk pengangkut berisi sampah tanpa pengemudi terparkir di sekitar tumpukan tersebut.

"Ada kurang lebih 1 minggu mungkin. Itu mobil (pengangkut sampah) ada yang begitu dari kemarin itu," kata warga bernama Yusuf kepada detikSulsel di lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sampah menumpuk di Jalan Teuku Umar Makassar.Sampah menumpuk di Jalan Teuku Umar Makassar. Foto: Sampah menumpuk di Jalan Teuku Umar Makassar. (Nurul Hidayah/detikSulsel)

Yusuf mengatakan penumpukan sampah di lokasi itu memang kerap terjadi sejak tiga bulan terakhir. Namun ia mengaku truk sampah selalu datang setiap tiga hari sekali untuk mengangkut sampah tersebut.

Ia pun heran sudah seminggu belakangan sampah tersebut tak kunjung diangkut. Padahal truk pengangkut sudah berada di lokasi sejak Sabtu (4/4).

ADVERTISEMENT

"Ada (petugas pengangkut sampah), cuma kadang-kadang datang, kayak itu ada contoh di situ mobil. Itu mobil hanya standby begitu dari kemarin-kemarin," ujarnya.

Warga lainnya bernama Puang turut membenarkan tumpukan sampah itu telah seminggu terjadi. Ia juga heran sampah tersebut tak kunjung diangkut padahal sudah meluber ke jalanan.

"Mungkin sudah lebih (seminggu), truk sampahnya sudah dua hari itu, mungkin truknya rusak," ujarnya.

Ia pun mengeluhkan tumpukan sampah yang kerap terjadi itu. Ia menyebut, pengangkut sampah hanya datang sesekali dan itupun tidak mengangkut sampah secara maksimal.

Selain itu, Puang juga menilai kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarang masih minim. Ia mengungkap, ketua Rt dan Rw setempat telah mencari solusi namun penumpukan sampah tersebut masih terus terjadi.

"Ini warga semua pada resah, kita mau tegur nda enak juga. Dia bayar baru sampah tidak diambil, jarang ada mobil sampah masuk, biasa adaji (motor sampah) kaisar masuk, tapi banyak memang mi muatannya baru masuk, jadi sampai ji lorong dua sudah penuh," bebernya.



(asm/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads