Puncak Arus Balik Lebaran Idul Fitri di Bandara Makassar Diprediksi 28 Maret

Puncak Arus Balik Lebaran Idul Fitri di Bandara Makassar Diprediksi 28 Maret

Abadi Tamrin - detikSulsel
Senin, 23 Mar 2026 12:43 WIB
Aktivitas di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin jelang arus balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Foto: Aktivitas di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin jelang arus balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. (Dok. Angkasa Pura)
Makassar -

Puncak arus balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di Bandara International Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diprediksi terjadi pada 28 Maret 2026. Pergerakan penumpang diperkirakan akan meningkat pada periode tersebut.

"Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 28 Maret 2026, dan kami telah memastikan kesiapan personel serta fasilitas guna menjaga kelancaran operasional di tengah tingginya pergerakan penumpang," ujar General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai dalam keterangannya, Senin (23/3/2026).

Minggus menyampaikan, memasuki fase arus balik, puncak pergerakan penumpang diprediksi akan terjadi pada H+6 Lebaran. Estimasi jumlah penumpang mencapai 39.225 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kondisi ini dipengaruhi oleh periode libur Lebaran yang relatif panjang, sehingga masyarakat memiliki fleksibilitas waktu dalam menentukan jadwal perjalanan kembali," terangnya.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data Posko Monitoring periode 13 hingga 22 Maret 2026 atau hingga hari kedua Lebaran, Bandara Sultan Hasanuddin telah melayani sebanyak 306.973 penumpang dengan total 2.428 pergerakan pesawat.

Dari jumlah tersebut, trafik domestik mendominasi dengan 299.035 penumpang dan 2.373 pergerakan pesawat. Sementara trafik internasional tercatat sebanyak 7.938 penumpang dengan 55 pergerakan pesawat.

"Realisasi extra flight mencapai 48 penerbangan guna mengakomodir peningkatan kebutuhan perjalanan," imbuhnya.

Pada periode arus mudik, puncak pergerakan penumpang tercatat berada di kisaran 37 ribu penumpang dalam satu hari, dengan rata-rata harian terbanyak sekitar 36 ribu penumpang.

Adapun rute dengan trafik tertinggi selama periode ini didominasi oleh Jakarta, Surabaya, dan Kendari sebagai tujuan utama masyarakat.

"Manajemen akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi secara intensif, serta menyampaikan perkembangan informasi
secara transparan sesuai kebutuhan guna menjaga situasi tetap kondusif," tutupnya.




(ata/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads