Berkah Pedagang Bunga di Makassar Raup Cuan dari Tradisi Ziarah Lebaran

Berkah Pedagang Bunga di Makassar Raup Cuan dari Tradisi Ziarah Lebaran

Nurul Hidayah - detikSulsel
Sabtu, 21 Mar 2026 16:24 WIB
Pedagang bunga ziarah di TPU Islam Paropo Panaikang Kota Makassar.
Foto: Pedagang bunga ziarah di TPU Islam Paropo Panaikang Kota Makassar. (Nurul Hidayah/detikSulsel)
Makassar -

Momen Hari Raya Idul Fitri 2026 membawa rezeki bagi para penjual bunga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Islam Paropo Panaikang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pedagang musiman itu meraup berkah dari tradisi ziarah kubur saat Lebaran.

Pantauan detikSulsel di Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Sabtu (21/3/2026), TPU Islam Paropo Panaikang tampak dipadati pengunjung selepas salat Idul Fitri. Hingga sore, warga masih ramai keluar masuk melakukan ziarah di makam keluarga.

Di dalam kawasan pemakaman, deretan pedagang bermunculan menjual bunga tabur untuk para peziarah. Lapaknya dibuat sederhana yang dilengkapi meja dan payung yang melindunginya dari terik matahari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pedagang bunga ziarah di TPU Islam Paropo Panaikang Kota Makassar.Nur Aeni, salah satu pedagang bunga ziarah di TPU Islam Paropo Panaikang Kota Makassar. (Nurul Hidayah/detikSulsel)

Beberapa keranjang berisi bunga dijajakan di atas meja. Adapula beberapa pedagang yang memilih berkeliling menjual bunga menemui langsung peziarah.

Wanita bernama Nur Aeni merupakan salah satu pedagang di kawasan TPU Islam Paropo Panaikang. Dia tampak sibuk melayani pembeli di pintu masuk pemakaman.

ADVERTISEMENT

"(Harga bunga) Rp 10 ribu satu bungkus. Tapi ini tinggal sedikit bunganya, tadi banyak sekali orang membeli habis salat (Idul Fitri)," ucap Nur Aeni kepada detikSulsel di lokasi.

Nur Aeni mengaku sudah berjualan bunga ziarah sejak puluhan tahun. Lebaran menjadi salah satu momen yang ditunggu karena dagangannya kerap laris manis saat hari raya keagamaan di banding hari biasa.

"(Saat hari biasa pendapatan penjualan bunga) Kadang juga ada Rp 100 ribu, kadang Rp 200 ribu. Kalau tanggal-tanggal tua ya sepi, kalau tanggal muda ada ji," ucapnya.

Dia belum memastikan jumlah pendapatan penjualannya pada hari. Namun dia memperkirakan hasilnya bisa tembus Rp 3 juta jika seluruh dagangan terjual habis.

"Belum tahu pastinya karena belum dihitung, paling Rp 3 juta ini," ungkap Nur Aeni.

Pedagang bunga ziarah di TPU Islam Paropo Panaikang Kota Makassar.Sejumlah pedagang bunga berkeliling menawarkan jualannya kepada peziarah di TPU Islam Paropo Panaikang Kota Makassar. (Nurul Hidayah/detikSulsel)

Penjual bunga lainnya, Santi mengakui dirinya cuma pedagang musiman yang hanya datang ke TPU ketika ada hari besar keagamaan. Dia memanfaatkan potensi peningkatan peziarah saat Lebaran.

"Kalau Lebaran lumayan banyak (pembeli). Ini lumayan dari tahun-tahun lalu kan agak kurang gitu. Saya jualan tiap hari raya begini ji, tidak setiap hari," ucap Santi.

Santi mengaku menjual bunga ziarah sepaket dengan air botol isi ulang kepada peziarah. Paketan tersebut dibanderol dengan harga Rp 10 ribu.

"Ini bunga anting merah, bunga asoka, bunga terompet, sama daun pandan," tutur Santi menunjukkan isi keranjang bunga yang dijualnya.

Dari berjualan bunga, Santi bisa meraup cuan hingga jutaan rupiah. Jumlah ini dinilai lebih banyak dibandingkan dengan lebaran tahun lalu.

"Iya, ada sekitar Rp 1 juta lebih (pendapatan hasil penjualan bunga), seperti itu lah ada sejuta," beber Santi.

Santi juga tak gentar meski harus bersaing dengan beberapa penjual lainnya yang ada di depan TPU. Santi mengaku tetap optimis dagangan dibeli peziarah.

"Iya alhamdulillah (tetap banyak pembeli), agak banyak ji juga yang beli di sini di dalam," imbuh Santi.



(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads