Seorang juru parkir (jukir) liar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diamuk warga saat pulang dari Salat Idul Fitri 2026. Jukir tersebut diduga mematok tarif yang cukup tinggi kepada jemaah.
Peristiwa tersebut terjadi di area sekitar Jalan Kakaktua, Kecamatan Mamajang, Makassar, Sabtu (21/3) pagi. Warga yang berada di lokasi membenarkan kejadian tersebut.
"Ada tadi yang bilang itu orang tadi ada yang dipukul. Setelah Salat Idul Fitri (kejadiannya)," ujar warga berinisial DB, kepada detikSulsel, pada Sabtu (21/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga belum merinci kronologi kejadiannya. Dia juga tidak mengetahui kondisi jukir liar setelah diamuk massa.
"Tidak tahu juga soal itu (jukir liarnya warga asal mana), cuma begitu tadi saya dengar (ada dipukul karena masalah parkir)," kata DB.
Sementara itu, Kapolsek Mamajang, Kompol Mustari mengaku belum mendapatkan laporan terkait peristiwa itu. Pihaknya kini masih melakukan penyelidikan terkait kejadian juru parkir dianiaya oleh warga ini.
"Kami belum mendapatkan laporan terkait itu. Tetapi kami masih melakukan penyelidikan," jelas Kompol Mustari.
Berdasarkan video yang dilihat, seorang juru parkir yang menggunakan baju dan topi awalnya hendak berduel dengan salah seorang jemaah pulang dari Salat Idul Fitri 2026 di area parkiran motor di tepi Jalan Kakaktua, Makassar.
Jukir tersebut kemudian memilih kabur, hingga dikejar oleh massa. Dari unggahan video itu dinarasikan jemaah kesal karena dipaksa membayar tarif parkir yang tinggi di lokasi.
