Pedagang balon meraup keuntungan di tengah membeludaknya jemaah Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Yusuf, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dagangan laris manis hingga penjualan meningkat berkali-kali lipat.
Salah satu pedagang balon, Muhammad Fahri (24), mengaku penjualannya meningkat drastis dibanding hari biasa. Dia mengaku telah berjualan di kawasan Masjid Al Markaz sejak 2017.
"Kalau Idul Fitri, saya memang selalu berjualan di sini," kata Fahri saat ditemui detikSulsel selepas salat Idul Fitri, Sabtu (21/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam beberapa jam saja, Fahri bisa bisa menjual puluhan balon. Harga balon yang dijual bervariasi mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per buah tergantung ukuran dan bentuknya.
"Kalau Idul Fitri bisa laku 80 sampai 90 balon. Kalau hari biasa, paling banyak sekitar 20 balon," ungkapnya.
Foto: Pedagang balon di kawasan Masjid Al Markaz Al Islami Makassar panen rezeki di tengah membeludaknya jemaah salat Idul Fitri 2026. (Osmawanti/detikSulsel) |
Hal serupa juga dirasakan pedagang lainnya, Herman Tanjung (39). Momentum Lebaran dianggap sebagai berkah tersendiri.
"Kalau Ramadan biasanya bisa jual sekitar 50 balon, tapi hari ini Idul Fitri bisa sampai 150 balon," ujar Herman.
Pedagang lain, Sinta (28) juga merasakan peningkatan penjualan meski tidak sebanyak pedagang lain. Dia mengaku mampu menjual sekitar 15 hingga 20 balon pada hari ini.
"Kalau hari ini 15 sampai 20 balon. Rata-ratanya (hari biasa) itu 1 sampai 3 ji biasa laku," kata Sinta.
Para pedagang mengaku memilih Masjid Al Markaz sebagai lokasi berjualan karena jumlah jemaah yang selalu banyak setiap tahunnya. Jumlah jemaah yang meningkat menjadi momentum meraup keuntungan.
"Karena jemaah yang datang sholat termasuk padat setiap tahun dan lumayan yang membeli, penghasilan lebih tentu karena lebih padat orangnya," kata Fahri.
Jemaah Salat Id di Masjid Al Markaz Membeludak
Foto: Jemaah Salat Idul Fitri di Masjid Al Markaz Al Islami Makassar membeludak. (Osmawanti/detikSulsel) |
Ketua panitia Ramadan dan Idul Fitri 1447 H Masjid Al Markaz, Moh Roem, mengatakan jumlah jemaah yang hadir diperkirakan mencapai 50 hingga 60 ribu orang. Seluruh area masjid, mulai dari lantai dasar hingga lantai tiga, terisi penuh hingga ke bagian luar.
"Alhamdulillah, luar biasa. Tiga lantai penuh, dan di luar juga tidak ada yang kosong. Mungkin sekitar 50 sampai 60 ribu jemaah," kata Moh Roem kepada detikSulsel, Sabtu (21/3).
Dia mengaku tidak menyangka jumlah jemaah akan sebanyak itu. Apalagi sebelumnya sudah ada kelompok lain yang lebih dulu melaksanakan salat Id.
"Bahkan jemaah sampai ke luar, kami cukup terkejut karena membeludak," ujarnya.
Masjid Al Markaz mengapresiasi kepada seluruh jemaah yang telah hadir dan meramaikan kegiatan selama Ramadan. Dia berharap agar jemaah kembali dipertemukan dengan Ramadan hari Lebaran berikutnya.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh jemaah. Semoga semangat Ramadan ini bisa dipertahankan selama 11 bulan ke depan dan kita dapat bertemu kembali di Ramadan berikutnya," pungkasnya.


