Puncak arus mudik Lebaran 2026 di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai 30 ribu orang. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 29 Maret dengan jumlah penumpang sekitar 35 ribu orang.
General Manager Angkasa Pura Bandara Sultan Hasanuddin, Minggus E.T Gandeguai mengatakan, lonjakan penumpang sudah mulai terlihat sejak 11 Maret seiring meningkatnya pembelian tiket pesawat untuk periode mudik Lebaran. Rute penerbangan menuju Pulau Jawa disebut menjadi tujuan paling diminati penumpang.
"Kita prediksi tanggal 18 itu sekitar 30.000 penumpang, kemudian arus balik itu di tanggal 29 sekitar 35.000 penumpang. Rute-rute yang paling banyak ini adalah Jakarta, Surabaya dan Kendari saat ini," ujar Minggus kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minggus menjelaskan, sebagian besar tiket penerbangan tujuan Pulau Jawa seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya telah hampir habis terjual. Namun sejumlah maskapai telah menambah penerbangan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada periode mudik.
"Untuk tiket yang hampir terjual habis itu adalah rute Jawa, Pulau Jawa, Jakarta, Semarang, Jogja, Surabaya. Tapi Alhamdulillah bahwa ada extra flight untuk rute itu," katanya.
Menurut Minggus, Garuda Indonesia menambah penerbangan ekstra ke Jakarta, AirAsia menambah jadwal ke Surabaya, sementara Sriwijaya Air menyiapkan penerbangan tambahan ke Yogyakarta. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 58 penerbangan tambahan selama periode angkutan Lebaran.
"Garuda extra flight di rute Cengkareng, kemudian Air Asia itu rute extra flight di Surabaya. Ini terus di Sriwijaya extra flight ke Jogja untuk mengantisipasi kondisi ini," ujarnya.
Selain penambahan penerbangan, pihak bandara juga membuka posko pelayanan terpadu selama periode mudik Lebaran. Sekitar 1.300 personel dari berbagai instansi disiagakan untuk mendukung operasional dan pelayanan penumpang.
"Kita sudah akan membuka posko, kemudian kami menyiapkan personil secara ke seluruh itu hampir 1.300. Mulai dari TNI, Polri, Angkasa Pura, BMKG, kemudian SAR, Jasa Raharja, dari pemerintah provinsi pun kami dalam satu kesatuan dalam melaksanakan pelayanan di bandara untuk posko," katanya.
Minggus menambahkan, kebijakan diskon harga tiket pesawat dari pemerintah turut mendorong peningkatan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik melalui jalur udara. Diskon tiket disebut mencapai sekitar 18 hingga 20 persen untuk sejumlah rute penerbangan.
"Bahwa posko tahun ini agak berbeda karena dengan kebijakan pemerintah memberikan diskon tiket yang kami hitung rata-rata per rute itu hampir 18-20 persen diskon harga tiket dan saat ini untuk beberapa rute sudah habis terjual," ujarnya.
Angkasa Pura juga mengantisipasi potensi cuaca ekstrem selama periode mudik dan balik dengan melakukan koordinasi intensif bersama BMKG serta maskapai penerbangan. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir dampak keterlambatan penerbangan yang dapat mengganggu kenyamanan penumpang.
"Untuk antisipasi cuaca ekstrem kami dengan BMKG untuk setiap hari mengupdate kondisi cuaca. Terus kedua kami bagaimana bersama-sama dengan semua komunitas bandara, AOC (airline operation committee), kita sama-sama bagaimana menangani delay," kata Minggus.
Di sisi pelayanan, bandara juga menambah fasilitas dan petugas untuk membantu mobilitas penumpang di area terminal yang luas. Dua unit buggy car tambahan disiapkan serta dukungan mahasiswa Politeknik Penerbangan untuk membantu layanan informasi kepada penumpang.
"Kami SDM full karena bandara ini sudah kami operasionalkan full dan juga cukup besar. Kami nambah dua boogie card untuk membantu pelayanan, kemudian kami di-backup dengan posko untuk layanan di bandara," ujarnya.
Selain itu, pengelola bandara juga menata ulang jalur kendaraan di area kedatangan untuk mengurangi kepadatan serta mengantisipasi keberadaan sopir atau taksi liar. Jalur penjemputan kendaraan pribadi dipisahkan dari jalur transportasi umum.
"Kami akan membagi dua jalur, untuk mempermudah pelayanan dan untuk memisahkan penumpang yang dijemput kendaraan pribadi dan penumpang yang menggunakan transportasi umum atau taksi yang ada di bandara. Itu kami pisahkan jalurnya," katanya.
Simak Video "Video Suasana Terminal Amplas Medan, Penumpang Naik 35% Jelang Arus Mudik"
[Gambas:Video 20detik]
(ata/sar)











































