Tren tembak-tembakan menggunakan senjata mainan masih marak terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kali ini, sejumlah remaja viral di media sosial usai terlibat perang menggunakan senjata mainan dengan peluru jeli dan butiran plastik di jalanan.
Aksi remaja tembak-tembakan pakai senjata mainan terjadi di perempatan Jalan Andi Djemma-Jalan Veteran Selatan, Kamis (5/3) malam. Polisi mengaku sudah bekerja hampir setiap hari untuk membubarkan kelompok yang mengganggu ketertiban umum tersebut.
"(Kejadian) Ini bukan semalam, ini 2 malam lalu. Kita tiap hari berupaya membubarkan," ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Arya perdana kepada detikSulsel, Sabtu (7/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arya mengaku sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin untuk menangani persoalan tersebut. Pihaknya mendorong adanya peraturan wali kota (perwali) untuk penindakan tegas.
"Menunggu perwako (perwali) untuk membubarkan mereka. Peraturan wali kota karena Pak Wali yang mau buat, kalau perda kan panjang, perwako bisa cepat kata beliau," ujar Arya.
Dalam regulasi tersebut juga bisa diatur soal sanksi untuk efek jera terhadap pelaku penembakan senjata mainan. Pasalnya aktivitas mereka dinilai sudah meresahkan masyarakat.
"Bisa juga setelah ada peraturan (perwali), bukan hanya polisi yang turun tangan tapi Satpol PP, Camat, Lurah, RW/RW bisa melakukan tindakan," imbuh Arya.
Dari video beredar, tampak sekelompok remaja memenuhi Jalan Andi Djemma yang menghubungkan Jalan Veteran Makassar. Mereka melakukan tembak-tembakan.
Mereka berlarian saling mengejar sembari melepaskan tembakan dari senjata mainan. Aksi itu terjadi saat pengendara masih ramai lalu lalang di lokasi kejadian.
(sar/sar)











































