Lembaga Parameter Publik Indonesia (PPI) memaparkan hasil survei terkait program Stadion Untia yang diinisiasi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham (MULIA). Sebanyak 59,3% masyarakat yakin pembangunan stadion berstandar internasional itu terealisasi.
Hal itu tertuang dalam survei tingkat kepuasan publik terhadap kinerja MULIA dalam setahun sejak dilantik. Stadion Untia Makassar masuk dalam bagian survei meski masih dalam tahap perencanaan.
Pendekatan pertanyaan terkait survei itu lebih difokuskan pada tingkat pengetahuan dan keyakinan publik terhadap realisasinya. Sebanyak lebih dari 54% responden mengetahui adanya rencana pembangunan stadion baru oleh Pemkot Makassar.
"Tingkat keyakinan ini dinilai menjadi indikator penting yang mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemerintah kota dalam merealisasikan proyek tersebut," kata Direktur Eksekutif PPI Ras MD dalam keterangannya, Kamis (19/2/2026).
Sementara 73,1% masyarakat mengetahui stadion tersebut direncanakan dibangun di kawasan Untia, Kecamatan Biringkanaya, sedangkan 25,1% mengaku tidak mengetahui lokasinya. Sebanyak 59,3% publik yakin pembangunan stadion baru akan terlaksana.
PPI juga merilis hasil riset terbaru terkait tingkat pengetahuan (awareness) dan kepuasan publik terhadap sejumlah program prioritas Pemkot Makassar lainnya. Hasilnya menunjukkan mayoritas program mendapat respons positif, meski ada menghadapi tantangan dari sisi sosialisasi.
Salah satunya program seragam sekolah gratis dengan tingkat awareness masyarakat berada di angka sekitar 60%. Artinya, dari setiap 10 warga Makassar, baru enam orang yang mengetahui adanya program tersebut.
Sementara 89,5% responden menyatakan puas terhadap program seragam sekolah gratis. Angka ini diperoleh dari kategori penilaian sangat puas dan cukup puas.
"Dengan kata lain, hampir 90 persen warga yang mengetahui program ini memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaannya di lapangan," terang Ras MD.
Program berikutnya yang menjadi perhatian adalah iuran sampah gratis. Hasil survei menyatakan lebih dari 80% masyarakat Makassar mengetahui keberadaan program tersebut namun dari sisi kepuasan, angkanya berada di level 62,2%.
"Hasil survei ini menjadi catatan penting bagi pemerintah kota untuk melakukan evaluasi dan perbaikan agar program iuran sampah gratis dapat memberikan dampak yang lebih maksimal serta meningkatkan kepuasan publik di masa mendatang," paparnya.
Selain itu program sambungan PDAM gratis menunjukkan tantangan yang lebih besar dalam hal sosialisasi. Tingkat awareness publik terhadap program ini hanya 34,8% masyarakat yang mengetahui keberadaannya, namun 57,9% menyatakan puas.
"Mayoritas publik tetap memberikan apresiasi, meski ada sejumlah aspek teknis yang dinilai perlu dibenahi oleh pelaksana program," ungkap Ras MD.
Sebelumnya, PPI mencatat tingkat kepuasan publik mencapai 80,1% terhadap kinerja pasangan MULIA sejak dilantik pada 20 Februari 2025. Tingginya tingkat kepuasan publik ini menunjukkan adanya penerimaan yang baik dari masyarakat terhadap berbagai kebijakan dan program yang dijalankan Pemkot Makassar.
Survei dilakukan menggunakan metode multi-stage random sampling. Jumlah responden yang dilibatkan sebanyak 600 orang yang tersebar di berbagai wilayah Kota Makassar.
Survei ini memiliki tingkat kepercayaan sebesar 95% dengan margin of error sebesar 4,08%. Teknik pengambilan data dilakukan melalui wawancara langsung secara tatap muka dengan panduan kuesioner terstruktur.
"Dengan tingkat kepuasan di atas 80 persen lebih, pemerintah kota dinilai berada pada jalur yang tepat dalam menjalankan visi pembangunan," ungkap Ras MD.
(sar/sar)