Universitas Muslim Indonesia (UMI) menerapkan perkuliahan secara daring atau online selama bulan suci Ramadan. Pihak kampus memastikan kualitas belajar mengajar tetap berjalan optimal saat perkuliahan online.
Perkuliahan semester genap tahun akademik 2025/2026 UMI sebelumnya dijadwalkan dimulai 2 Maret 2026 secara luring (offline). Namun setelah menggelar rapat senat akademik, rektor menetapkan kuliah online selama Ramadan dengan mempertimbangkan aspek akademik, kondisi sosial-ekonomi mahasiswa, serta dinamika masyarakat nasional.
"Kami tidak menurunkan mutu. Kami menjaga ilmu tetap optimal dan orang tua tetap tenang. Pendidikan tidak boleh menjadi beban ganda bagi keluarga," ujar Rektor UMI Hambali Thalib dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan Akademik yang Terukur
UMI menerapkan kebijakan kuliah online tersebut dengan memahami kondisi bahwa mayoritas mahasiswa berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Jika perkuliahan tetap dilaksanakan luring sejak 2 Maret 2026, maka mahasiswa harus datang ke Makassar menjalani perkuliahan selama dua pekan, lalu mudik lebaran, dan kembali lagi ke Makassar.
"Konsekuensinya tiket perjalanan dua kali, biaya kos tambahan dan beban finansial keluarga meningkat," ujar Hambali Thalib.
Hambali mengatakan pihaknya mencoba memahami situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil dan fluktuasi biaya transportasi. Dia meyakini kebijakan ini menghadirkan solusi yang kontekstual dan manusiawi bagi mahasiswa.
"Namun secara akademik, seluruh standar tetap dijaga substansi pembelajaran berjalan sesuai RPS, SKS dan CPL tetap terpenuhi berbasis Outcome Based Education (OBE), praktikum, klinik, studio, dan kegiatan lapangan tetap dilaksanakan luring setelah Ramadan," jelasnya.
(hmw/hmw)











































