Aksi balap liar di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kian marak menjelang bulan suci ramadan. Polisi kini menyiapkan langkah antisipasi guna menjaga keamanan dan ketertiban.
Maraknya balapan liar di kawasan CPI Makassar ditandai dengan beredarnya sejumlah video di media sosial. Dalam video beredar, pelaku balap liar menjalankan aksinya saat malam hingga dini hari.
Para pelaku memanfaatkan kondisi jalan CPI yang relatif lengang dari lalu lintas kendaraan. Deru knalpot brong terdengar jelas dari video, sementara pengendara lain melintas terlihat menepi sambil melambatkan kendaraannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasat Lantas Polrestabes Makassar AKBP Andi Husnaeni mengatakan pihaknya menaruh perhatian terhadap maraknya balapan liar belakangan ini. Namun, dia mengakui CPI Makassar tidak dijaga selama 24 jam sehingga menjadi celah bagi pelaku untuk menjalankan aksinya.
"Mungkin dia lihat pada saat polisi lengah, ada lagi (beraksi). Mungkin subuh karena tidak pernah ketemu sama anggota (yang sedang patroli)," ujar AKBP Andi Husnaeni kepada detiksulsel, Senin (16/2/2026).
Husnaeni menyebut patroli dilakukan secara masif setiap malam hingga dini hari. Dia menyebut pihaknya kerap mengamankan sejumlah knalpot brong dari pengendara yang melanggar di jalanan.
"Tiap malam, tim yang sudah dibentuk mulai malam patroli, bisa dilihat knalpot brong yang kita dapat, kita amankan semua. Tiap malam kita lakukan patroli," ucapnya.
Polisi Akan Gelar Patroli Gabungan
Kapolsek Tamalate AKP Muhammad Tamrin mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan unit khusus yang akan berpatroli saat bulan ramadan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi maraknya balapan liar.
"Nah untuk memasuki bulan Ramadan saya sudah membentuk satu unit regu untuk antisipasi balap liar karena itu menjadi fenomena saat bulan Ramadan," ujar AKP Tamrin saat dimintai konfirmasi terpisah.
"Ada 10 orang, termasuk saya dengan wakapolsek, personel di lapangan 8, satu di antaranya perwira," jelasnya.
Polsek Tamalate akan bekerja sama dengan Satlantas Polrestabes Makassar dalam proses patroli. Menurut Tamrin, pihaknya juga telah mengenali ciri-ciri sepeda motor yang rentan digunakan balapan liar.
"Jadi ketika hunting ditemukan pelanggaran berpotensi akan balapan, misalnya, motor modifikasi, knalpot brong, bannya sudah ban kecil, kami amankan," jelas Tamrin.
"Kalau sementara balapan diamankan nanti terjadi korban. Jadi kita mencoba antisipasi sebelum balapan kami sudah amankan," pungkasnya.
(hmw/hmw)











































