Seorang jemaah umrah asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Maemuna dilaporkan meninggal dunia di Bandara King Abdulaziz International Airport, Jeddah, Arab Saudi. Korban diduga wafat akibat kedinginan saat menunggu keberangkatan di bandara setelah penerbangannya mengalami penundaan atau delay selama 2 hari.
"Jadi ini yang menunggu di bandara, mungkin kedinginan, makanya ada yang meninggal itu. Informasinya sih meninggal karena kedinginan," ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulsel Ikbal Ismail kepada detikSulsel, Selasa (10/2/2026).
Ikbal mengungkapkan peristiwa jemaah meninggal di bandara Jeddah ini terjadi pada Kamis (5/2) lalu. Pesawat dari maskapai Flyadeal yang menjemput rombongan jemaah umrah ini mengalami kerusakan pada bagian kaca pilot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kejadiannya tanggal 5 Februari kemarin. Informasi yang saya dapat, kaca pilot retak. Pesawatnya sudah di Bandara Jeddah mau jemput jemaah ternyata setelah diperiksa kaca pilot retak," kata Ikbal.
Ikbal mengaku telah menerima laporan dari Flyadeal terkait kejadian ini. Jemaah sempat diarahkan untuk menunggu di hotel, namun beberapa rombongan ternyata memilih menunggu di bandara.
"Jadi jemaah diarahkan oleh pihak maskapai Flyadeal ke hotel. Ternyata ada sebagian jemaah, rombongan, bukan satu travel, banyak travel di situ. Ada yang ke hotel, ada yang mau tetap di bandara menunggu sampai pesawat bagus," jelasnya.
Atas kejadian ini, pihaknya mengaku akan melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti korban meninggal. Namun dia menduga korban meninggal bukan karena kelaparan.
"Kalau kelaparan, kan banyak makanan di bandara. Maskapai harusnya dia bertanggung jawab, tapi Flyadeal juga sudah berniat bagus karena sudah menawarkan untuk ke hotel. Begitu saya dapat info sementara yah, ini sementara diperiksa pihak maskapainya sama penyidik Kemenhaj," katanya.
Diketahui, kejadian jemaah meninggal di bandara ini viral di media sosial. Tampak dalam video jemaah meninggal dibungkus kain putih hingga dibaringkan di kursi tunggu bandara.
Seorang perempuan perekam video melaporkan kondisi rombongan jemaah asal Makassar yang akan menumpangi pesawat Flyadeal telah delay selama 2 hari. Dia mengaku tak menerima kompensasi dan penanganan medis kepada korban meninggal.
"Meninggal satu jemaah, pesawat Flyadeal, ini kita rombongan dari Makassar, ini semua yang sudah delay 2 hari tanpa dikasih kompensasi apapun. Dokter pun juga tadi tidak ada, sampai sekarang sampai meninggal dunia tidak ada," kata perekam dalam video.
(sar/ata)











































