3 Pelaku Tawuran Tewaskan 1 Warga di Tallo Makassar Ditangkap

3 Pelaku Tawuran Tewaskan 1 Warga di Tallo Makassar Ditangkap

Sahrul Alim - detikSulsel
Kamis, 05 Feb 2026 13:55 WIB
3 Pelaku Tawuran Tewaskan 1 Warga di Tallo Makassar Ditangkap
Foto: Kapolrestabes Makassar AKBP Arya Perdana. (dok. istimewa)
Makassar -

Polisi menangkap tiga orang terduga pelaku tawuran yang menewaskan pria bernama Basir Daeng Ngalle (42) di Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Tiga pelaku merupakan buruh lepas yang diduga kerap berbuat onar di Makassar.

"Alhamdulillah tidak sampai 24 jam kemudian (setelah kejadian tawuran) tersangka ditangkap, diamankan," ujar Kapolrestabes Makassar AKBP Arya Perdana kepada wartawan saat konferensi pers di Polrestabes Makassar, Kamis (5/2/2026).

Tiga pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial IR (18), MM (19), dan MT. Arya mengatakan dari catatan kepolisian, ada beberapa laporan polisi (LP) terkait aksi kriminal ketiga pelaku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini pelaku juga ternyata memang ada beberapa LP, jadi pelaku ini LP bukan cuma satu laporan polisi-nya," kata Arya.

Ketiga tersangka dikenakan Pasal 459, 458 ayat (1), dan Pasal 466 ayat (3) KUHPidana. Selain itu, ketiganya juga dikenakan Pasal 307 ayat (1) Undang Undang Nomor 1 Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

ADVERTISEMENT

"Ancaman hukuman terendah 7 tahun penjara. Terberat 20 tahun atau seumur hidup dan pidana mati," jelasnya.

Arya mengungkapkan tawuran yang menewaskan satu orang itu melibatkan sekitar 30 orang lebih. Mereka saling serang menggunakan senjata tajam seperti busur panah.

"Korban ini terkena busur panah di dada dan mengakibatkan meninggal dunia. Korban buruh harian lepas meninggal dunia karena panah busur itu kena jantungnya, saking kencangnya terkena jantung dan mengakibatkan meninggal dunia," jelas Arya.

Diketahui, Peristiwa itu terjadi di area jembatan Jalan Kandea, Makassar pada Jumat (30/1). Sejumlah pemuda dari Kampung Layang disebut melakukan penyerangan ke warga di Kampung Sapiria.

"Anak Layang memang masuk di sini, mau dia bakar mobil di sini, ada dua mobil," ujar warga bernama Juhardi kepada wartawan, Jumat (30/1).

Dia menyebut ada enam orang pemuda dari Kampung Layang yang melakukan penyerangan. Para pelaku membawa bahan bakar minyak (BBM) dan senjata tajam jenis busur panah.

"Mereka bawa bensin, jumlahnya ada 6 orang, semua bawa busur panah, menyerang memang, ada 6 orang," bebernya.

Di tengah bentrokan, warga bernama Basir Daeng Ngalle keluar dari rumahnya meminta kedua kubu berhenti. Namun Daeng Ngalle justru terkena busur panah dan meninggal.

"Itu korban sebenarnya nanti sudah ramai perang baru dia keluar (datang). Dia mau suruh mundur anak-anak yang perang, menghalau begitu, eh tidak lama, dia yang dikena, di situ," jelasnya.




(hsr/ata)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads