Korban Ledakan Mesin Kapal di Paotere Makassar Jadi 10 Orang, Ini Daftarnya

Korban Ledakan Mesin Kapal di Paotere Makassar Jadi 10 Orang, Ini Daftarnya

Sahrul Alim - detikSulsel
Selasa, 03 Feb 2026 10:44 WIB
Evakuasi korban kebakaran kapal nelayan di Pelabuhan Paotere Makassar.
Evakuasi korban kebakaran kapal nelayan di Pelabuhan Paotere Makassar. Foto: (dok. istimewa)
Makassar -

Sebanyak 9 awak kapal dan 1 buruh angkut menjadi korban ledakan kapal KM Risnawati di Pelabuhan Paotere, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Para korban mengalami luka ringan hingga berat dan telah dievakuasi ke RS Angkatan Laut Jala Ammari Kodamar VI Makassar.

"Nakhoda kapal beserta sejumlah anak buah kapal (ABK) mengalami luka-luka dengan tingkat yang berbeda-beda. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis," ujar Kasubsi Penmas Polres Pelabuhan Aipda Adil dalam keterangannya dikutip detikSulsel, Selasa (3/2/2026).

Berdasarkan data sementara, juragan kapal (nakhoda) bernama Dg Ewa dilaporkan mengalami luka-luka. Korban berikutnya yakni ABK, Dg Lantik mengalami patah pada kaki kiri. Selanjutnya, Aldi dan Dg Ngitung mengalami luka pada bagian wajah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu korban ABK lainnya, Dg Rani mengalami luka pada wajah serta pergelangan tangan kanan. Bayong alias Sija dilaporkan tidak mengalami luka, namun tetap menjalani perawatan intensif.

Putra mengalami luka bakar pada bagian punggung, sedangkan Dg Tangga mengalami luka pada lengan kiri dan kaki kanan. Adapun Sampara Jarung Dg Tujuh dilaporkan tidak mengalami luka dalam insiden tersebut. Korban terakhir yakni seorang buruh angkut bernama Rahmat mengalami luka pada kaki kiri.

ADVERTISEMENT

Kronologi Kejadian

Peristiwa kapal meledak hingga terbakar ini terjadi di sekitar area tanggul Pelabuhan Paotere, Kelurahan Gusung, Kecamatan Ujung Tanah, Selasa (3/2) dini hari. Kapal meledak yakni KM Risnawati Indah yang dinakhodai oleh Culli Dg Ewa dengan jumlah ABK sebanyak 9 orang.

"Kapal diketahui hendak memasuki kawasan pelabuhan Paotere untuk membongkar hasil tangkapan ikan sebelum didistribusikan ke tempat pelelangan ikan," ujar Aipda Adil.

Berdasarkan keterangan saksi, kata Adil, kejadian ledakan berawal saat salah satu ABK bernama Sija alias Boyong menghidupkan mesin kapal. Mesin dihidupkan untuk digunakan sebagai penerangan saat bongkar muatan.

"Pada saat itu, terlihat cahaya atau kilatan dari bagian depan kapal yang kemudian menjalar hingga ke area mesin," kata Adil.

Tidak lama berselang terjadilah ledakan. Seluruh awak kapal langsung lompat ke laut untuk menyelamatkan diri.

Berikut Data Korban Sementara:

1. Dg Ewa (juragan kapal) - luka-luka pada sekujur tubuhnya

2. Dg Lantik - patah kaki kiri

3. Aldi - luka pada bagian wajah

4. Dg Ngitung - luka pada wajah.

5. Rahmat (buruh angkut) - luka pada kaki kiri

6. Dg Rani - luka pada wajah dan pergelangan tangan kanan

7. Bayong alias Sija - tidak mengalami luka, namun menjalani perawatan intensif

8. Putra - luka bakar pada bagian punggung

9. Dg Tangga - luka pada lengan kiri dan kaki kanan

10. Sampara Jarung Dg Tujuh - tidak mengalami luka




(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads