Tawuran antarwarga kembali pecah di Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) setelah dua bulan situasi di lokasi tenang. Warga bernama Basir Daeng Ngalle yang hendak melerai dua kelompok bertikai tewas terkena busur panah.
Diketahui, perang kelompok di Kecamatan Tallo terakhir terjadi pada Selasa (18/11/2025). Perang yang melibatkan kelompok dari Kampung Sapiria dan Kampung Borta itu dipicu tewasnya warga berinisial CV (43) usai terkena tembakan senapan angin.
Polisi yang melakukan penyelidikan kemudian menangkap satu pelaku penembakan berinisial CB (36). Polisi juga menangkap enam pelaku pembakaran rumah berinisial RM (18), MR (18), SU (18), AQ (17), SP (20) dan FD (16).
Mereka sudah ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka. CB di dijerat Pasal 338 KUHP subsider Pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun, sedangkan enam pelaku lainnya dikenakan Pasal 187 ayat 1 juncto Pasal 55, 56 dan Pasal 170 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara 12 tahun.
Tawuran Kembali Pecah di Tallo
Setelah dua bulan situasi tenang, tawuran kembali pecah di area jembatan Jalan Kandea, Kecamatan Tallo pada Jumat (30/1/2026). Tawuran kali ini melibatkan kelompok dari Kampung Layang dengan Kampung Sapiria.
"Anak Layang memang masuk di sini, mau dia bakar mobil di sini, ada dua mobil," ujar warga Kandea bernama Juhardi kepada wartawan, Jumat (30/1).
Dia menyebut pelaku dari Kampung Layang berjumlah enam orang. Mereka menyerang dengan membawa senjata tajam dan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin.
"Mereka bawa bensin, jumlahnya ada 6 orang, semua bawa busur panah, menyerang memang, ada 6 orang," sebutnya.
Menurutnya, situasi di lokasi sangat mencekam saat terjadi perang antara kedua kelompok. Pasalnya kedua kubu sama-sama menggunakan badik dan panah busur.
"Banyak sekali orang, baku serang pakai busur dan bawa parang juga," bebernya.
Simak Video "Video: Tawuran Berujung Pembakaran di Makassar, 6 Rumah Hangus"
(hsr/hsr)