SD Negeri Paccerakkang Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi lokasi pengungsian warga terdampak banjir di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya. Alih fungsi gedung sekolah ini membuat aktivitas belajar siswa sementara dilakukan secara online alias dalam jaringan (daring).
Pantauan detikSulsel di lokasi, Senin (12/1/2026) pukul 11.00 Wita, tampak para pengungsi menempati sejumlah ruang kelas. Pengungsi berasal dari berbagai kalangan usia mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia (lansia).
Sebuah tenda milik BPBD Makassar terpasang di halaman sekolah. Sejumlah warga tampak melakukan pemeriksaan kesehatan di posko kesehatan yang disiapkan Puskesmas Paccerakkang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anak-anak yang menjadi korban banjir tampak bermain game dan bernyanyi di pekarangan sekolah. Lurah Katimbang Muhamma Syarif hingga petugas Shelter Warga Katimbang, dan Forum Anak Kota Makassar mengawal aktivitas mereka.
"Jumlah KK sudah 55 KK, jiwa 250 sampai saat ini (yang mengungsi)," kata Kepala SDN Paccerakkang, Hudayah kepada detikSulsel di lokasi.
Foto: Puskesmas Paccerakang membuka posko di SDN Paccerakkang untuk melayani penanganan kesehatan korban banjir. (Nurul Hidayah/detikSulsel) |
Hudayah mengatakan pengungsi datang secara bertahap sejak banjir mulai melanda pada Sabtu (10/1). Sejak air mulai meninggi, dia dihubungi ketua RT setempat meminta agar ruang kelas menjadi tempat mengungsi.
"Total 6 kelas (menjadi tempat pengungsian), malam itu baru 3 KK yang masuk, malam minggu. Kemudian besoknya (Minggu) berdatangan terus mi, mulai subuh katanya," tuturnya.
Dia memastikan proses belajar mengajar tidak diliburkan meski ruang kelas dipakai tempat mengungsi. Hudayah memastikan pembelajaran hanya dialihkan ke daring.
"Pembelajaran daring, dari kemarin diinfokan ke wali kelasnya bahwa hari ini pembelajaran daring," tuturnya.
Foto: Sejumlah anak korban banjir yang mengungsi di SDN Paccerakkang Makassar tampak bermain. (Nurul Hidayah/detikSulsel) |
Hudayah belum memastikan sampai kapan pembelajaran daring diberlakukan. Dia masih menunggu kondisi kembali normal dan pengungsi kembali ke rumah masing-masing.
"Teman-teman guru di sini, di sekolah memberikan pembelajaran. Di sini semua, dia memberikan materi ke siswa," lanjut Hudayah.
Sebelumnya diberitakan, banjir merendam wilayah permukiman di Katimbang akibat hujan deras pada Sabtu (10/1). Namun banjir dilaporkan belum surut juga surut hingga Senin (12/11).
"Sudah hampir 3 hari ini dengan ini (Senin), belum (ada pengungsi yang yang pulang). Anak-anak ke sekolah mi tadi," kata Plt Sekretaris Lurah Katimbang, Sudarmi Jumadi kepada detikSulsel, Senin (12/1).
Sudarmi mengaku Sudarmi menuturkan, warga Katimbang yang terdampak banjir dievakuasi di lima titik pengungsian. Sebanyak 61 warga mengungsi di kantor Kelurahan Katimbang.
"Jadi di sini dengan SD Paccerakkang ada juga di masjid beberapa. Yang di sini itu di kantor kelurahan itu 16 KK dengan 61 pengungsi," jelasnya.


