Beda Pendapat Warga Alauddin Makassar soal Proyek Paving Block di Jalan Mulus

Tim detikSulsel - detikSulsel
Jumat, 26 Des 2025 07:38 WIB
Foto: Pengerjaan jalan paving block di Jalan Sultan Alauddin III, Kota Makassar. (Foto: Nur Hidayat Said/detikSulsel)
Makassar -

Proyek paving block di Jalan Alauddin III, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menuai pro dan kontra. Warga protes kondisi jalan masih bagus, sementara yang lain mendukung perbaikan jalan itu karena dianggap sudah tepat sasaran.

Diketahui, Jalan Alauddin III berada di RT 1 dan RT 2, RW 5, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Makassar. Proyek jalan itu menuai polemik usai diprotes warga sekitar yang berujung viral di media sosial (medsos).

Warga Protes Jalan Dipaving Block

Warga bernama Wahyana (33) mengatakan kondisi Jalan Alauddin III sebenarnya masih bagus. Dia menilai jalan itu seharusnya tidak perlu diperbaiki dan telah mengadukan proyek itu ke pihak RT.

"Jangan mi (dikerja lagi) karena kan sebenarnya (jalanan) masih bagus," ujar salah seorang warga, Wahyana kepada detikSulsel, Selasa (23/12/2025).

Dia menuturkan pihak RT setempat sudah turun tangan untuk merespons keresahan masyarakat. Namun, material proyek terpantau masih terus didatangkan pihak pemborong ke lokasi pengerjaan.

Sementara warga bernama Ani (62), menyampaikan penolakan proyek tersebut karena khawatir rumahnya terendam air saat hujan. Posisi jalanan yang semakin tinggi dianggap menjadi ancaman bagi permukiman warga.

"Ini sampai kita tidak setujui (pengerjaan jalan), bukan berarti kita tidak senang jalanan kita diperbaiki," sebutnya.

Ani mengungkapkan selama ini wilayah tersebut memang sudah menjadi langganan banjir tahunan. Dia mengkhawatirkan pengerjaan jalan yang dilakukan tanpa pengerukan hanya akan memperparah kondisi lingkungan.

"Ini dengan adanya pengerjaan akan lebih parah lagi," tuturnya.

Proyek Jalan Tak Rugikan Warga

Sejumlah warga ternyata mendukung proyek perbaikan jalan dengan paving block itu. Warga yang setuju menyebut proyek itu tidak merugikan dan tidak ada lahan warga yang terdampak.

"Saya setuju dengan pembangunan ini," ujar tokoh masyarakat setempat, Rumallang Bora kepada detikSulsel, Kamis (25/12).

Rumallang menilai keberatan warga tidak menjadi persoalan selama tidak ada lahan yang diambil dalam pengerjaan proyek. Menurutnya, masalah baru muncul jika pembangunan sampai merusak bangunan milik warga.

"Kalau ada yang keberatan na tidak diambil ji tanahnya, tidak ada masalah. Kecuali, misalnya, temboknya dirumbang (robohkan), itu jadi masalah," katanya.

Dia menegaskan proyek paving block tersebut tidak merugikan siapa pun dan sebaiknya tetap dilanjutkan. Dia turut menyinggung soal anggaran yang telah disiapkan pemerintah.

"Kalau begini (proyek pengerjaan jalan paving block) tidak ada yang dirugikan. Jadi, jalankan saja mereka punya pekerjaan. Jangan moko, anggaran mau dikembalikan ke mana lagi," tuturnya.

Terkait kekhawatiran jalan yang lebih tinggi memicu banjir, Rumallang membantah hal itu. Dia menyebutkan di lokasi proyek telah tersedia saluran air.

"Tena (tidak ada itu). Na ada selokan. Kecuali kalau tidak ada seolah, itu yang paling anu," sebutnya.



Simak Video "Menikmati Kuliner Tradisional di Air Terjun Cinta
"


(hsr/hsr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork