Lurah Mangkura, Elvira Pakasi meminta bantuan konsumsi kepada pelaku usaha untuk mendukung pemilihan ketua RT/RW di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pengajuan bantuan ini dikarenakan keterbatasan anggaran untuk mengakomodir konsumsi petugas pengamanan pemilihan RT/RW.
"Karena memang anggaran untuk pengamanan pemilihan RT/RW tidak dianggarkan. Semua kecamatan tidak dianggarkan petugas pengamanan," ucap Camat Ujung Pandang, Andi Husni kepada detikSulsel, Minggu (30/11/2025).
Andi Husni mengatakan, surat permohonan itu sedianya tidak beredar luas ke pelaku usaha. Dia menjelaskan, surat yang beredar bermula dari inisiatif pelaku usaha untuk memberikan konsumsi saat pemilihan RT/RW nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu pun satu ji, kebetulan itu pelaku usaha mau kasih kue, dia mau kasih makanan, cuma dia minta pertanggungjawaban untuk surat," ujarnya.
Dia melanjutkan, pelaku usaha yang hendak memberikan bantuan konsumsi adalah pihak hotel. Andi Husni kembali menegaskan surat itu tidak beredar luas dan hanya ditujukan kepada satu pelaku usaha sektor perhotelan.
"Cuma itu hotel minta untuk pertanggungjawabannya, minta kasih surat. Nah tidak ada yang beredar itu, bisa ditanyakan katanya ke hotel-hotel, tidak ada yang beredar," paparnya.
Andi Husni menegaskan, pemerintah Kelurahan Mangkura tidak mewajibkan untuk memberikan bantuan. Dia menekankan, bantuan konsumsi ini sifatnya sukarela.
"Dikasi tidak dikasih juga tidak ada masalah karena tidak paksaan dari ibu lurah. Di surat permintaannya juga bisa dilihat bentuk permintaan partisipasinya," ujar Andi Husni.
Diketahui, surat permohonan bantuan konsumsi itu tertuang dalam surat bernomor: 148/MKR/XI/W/2025 yang diteken Elvira Pakasi pada 28 November 2025. Hal ini menjelang pemilihan ketua RT/RW di Kelurahan Mangkura tepatnya di Lapangan Takraw Gedung Mulo pada Rabu (3/12) mendatang.
Dalam suratnya, lurah Mangkura meminta dukungan para pelaku usaha berupa konsumsi sebagai bentuk kepedulian terhadap kegiatan kemasyarakatan di Kelurahan Mangkura. Lurah mengaku permohonan ini karena anggaran pemerintah kelurahan yang terbatas.
"Lurahnya hanya berkreasi mencarikan anggaran makan minum untuk petugas pengamanan nantinya di pemilihan RT/RW," imbuh Andi Husni.
(sar/hsr)











































