Kepala SPPG Daya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) Muhammad Fajar, menanggapi adanya temuan ulat pada makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Makassar. Menurutnya, keberadaan ulat pada sayuran merupakan hal yang wajar.
"Ini hal wajar, apalagi cuma satu ompreng," ujar Fajar kepada detikSulsel, Rabu (1/10/2025).
Dia mengaku tidak tahu persis ulat tersebut bisa lolos dalam menu MBG yang disajikannya. Namun Fajar menduga ulat tersebut berada di dalam sayuran sehingga tidak terlihat saat dibersihkan.
"Kalau bisa lolos ulat kita tidak tahu karena biasa di kacang panjang atau buncis dia di dalam. Jadi ulat sayur biasa di dalam, jadi kita juga tidak tahu. Tapi kita tetap lakukan pengecekan, pencucian bersih, dan ini juga kejadian bukan cuma satu dua kali, banyak ji dapur (kejadian serupa)," katanya.
Dia juga mengklaim proses pengecekan dilakukan dengan baik. Bahkan telah melibatkan ahli gizi sebelum bahan makanan diolah.
"Kalau masalah pengecekan, kalau datang bahan baku kita pasti melakukan pengecekan dari ahli gizi, terus penimbangan. Kemudian persiapan pemotongan sayur terus dicuci bersih dan dimasukkan di gudang basah. Pencucian ayam tiga kali dengan air bersih, air galon dari depot," jelasnya.
Fajar mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan sekolah terkait temuan ulat tersebut. Pihak sekolah disebut tidak mempermasalahkannya.
"Kepala sekolah juga mengatakan sebenarnya itu hal wajar kalau ulat sayur," katanya.
Dia juga menyayangkan informasi adanya ulat di sayuran ini heboh di media. Apalagi, kata dia, hal ini bukan kejadian luar biasa (KLB).
"Itu saya bilang kenapa sampai bisa menonjol begini, padahal ini kasus tidak terlalu menonjol. Karena satu ompreng, bukan kejadian luar biasa. Pihak sekolah juga tidak mempermasalahkan, katanya itu bukan kejadian luar biasa, hal wajar," katanya.
Simak Video "Video Prabowo: Anak-anak Harus Dapat Pendidikan yang Baik, MBG Saja Tak Cukup"
(ata/ata)