Jumlah korban tewas imbas demo ricuh di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), bertambah menjadi empat orang. Tiga korban tewas saat gedung DPRD Makassar dibakar massa, sementara satu korban lainnya meninggal akibat dikeroyok di depan kampus UMI.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Makassar Fadli Tahar membenarkan adanya tambahan korban meninggal. Korban tersebut bernama Rusdamdiansyah, seorang warga Jalan Urip Sumoharjo yang tewas setelah sempat dirawat di RS Kemenkes CPI.
"Yang satu itu (Rusdamdiansyah) tadi ada permintaan ke kantor (BPBD Makassar) untuk membawa jenazah ke pemakaman. Kalau itu korban di luar peristiwa di DPRD Makassar (gedung DPRD dibakar massa)," ujar Fadli kepada detikSulsel, Sabtu (30/8/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadli menjelaskan Rusdamdiansyah meninggal diduga akibat pengeroyokan saat demo di depan UMI. Namun, dia mengaku belum bisa memastikan kronologi lengkap kejadian tersebut.
"Imbas demo di depan UMI, Urip. Dia dikeroyok. Mungkin ada yang ini dipicu bagaimana sehingga dikeroyok. Saya juga tidak bisa pastikan bagaimana kejadian sebenarnya. Mungkin (sementara) perjalanan, ya, karena dia kabarnya malam," katanya.
Dengan tambahan ini, total korban tewas akibat demo Makassar menjadi empat orang. BPBD Makassar merinci kini tiga korban meninggal di DPRD Makassar dan satu korban di depan UMI.
"Iya (3 korban meninggal imbas demo di gedung DPRD Makassar dan 1 di depan UMI)," tegas Fadli.
Korban Meninggal Dunia
- 1. Saiful Akbar - Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah, meninggal di RS Grestelina
- 2. Sarina Wati - Staf DPRD, meninggal di TKP lalu dibawa ke RS Bhayangkara
- 3. Muhammad Akbar Basri (Abay) - Staf Humas DPRD, alamat Balang Baru 2, meninggal di TKP lalu dibawa ke RS Bhayangkara
- 4. Rusdamiansyah - Warga Jalan Urip Sumoharjo Lorong 501, meninggal di RS Kemenkes CPI setelah dirujuk dari RS Ibnu Sina (kejadian di depan Kampus UMI)
Korban Luka
RS Grestelina
- Agus - Anggota Satpol PP, luka robek di kaki
- Sahabuddin - Ajudan Wakil Ketua DPRD, patah tulang pinggul
- Arief - Sopir Wakil Ketua DPRD, retak tulang kaki
- Herianto - Cleaning service DPRD, cedera berat pada kepala dan dada
RS Hermina
- Agung - Mengalami paraplegia akibat trauma
RSI Faisal
- Satria Pratama - Luka sobek pada mata kaki kiri akibat benda tajam, panjang luka sekitar 5x2 cm
RS Primaya
- Budi HS - Trauma kapitis berat dengan kondisi GCS menurun
(asm/hsr)