Sejumlah anggota dewan hingga pegawai dilaporkan terjebak saat gedung DPRD Makassar dibakar massa. Beberapa korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Grestelina untuk mendapatkan perawatan.
Kabag Humas Sekretariat DPRD Makassar Syahril mengatakan situasi mulai mencekam ketika massa masuk ke pekarangan gedung DPRD Makassar, Jumat (29/8) sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu, sedang berlangsung rapat paripurna yang dihadiri anggota dewan hingga Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin.
"Sementara paripurna massa masuk melempar bom molotov sekitar jam 8 lewat," kata Syahril kepada detikSulsel, Sabtu (30/8/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syahril mengungkapkan para anggota dewan hingga wali kota awalnya hanya diminta menunggu di lantai tiga gedung. Namun karena situasi semakin tidak terkendali, Syahril langsung meminta mereka turun untuk dievakuasi.
"Awalnya mereka di lantai tiga tapi begitu saya melihat massa yang begitu besar sehingga saya panggil turun ke bawah untuk mengevakuasi anggota dewan dan Pak Wali turun ke bawah," terangnya.
"(Dievakuasi) Lewat pintu belakang, lewat jalur lapangan tenis," imbuhnya.
Dia mengatakan akibat situasi tersebut, ada anggota dewan dan staf yang terluka sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Grestelina. Namun dia mengaku belum mengetahui angka pasti jumlah korban.
"Ada dua Satpol PP yang luka parah, terus satu kepala seksi di (Kecamatan) Ujung Tanah, dua petugas protokol. Empat orang dilarikan ke Grestelina," bebernya.
Menurut Syahril, para korban ada yang terluka akibat melompat dari atas gedung. Dia menyebut asap yang sudah semakin menebal diduga membuat mereka nekat melompat.
"Lompat karena kepulan asap yang sudah tidak mampu terbendung oleh mereka. Karena api di mana-mana sehingga mereka lompat dari lantai dua. Ada lantai tiga," ungkapnya.
"Tapi kepastiannya masih menunggu. Masih ada juga katanya cleaning service yang luka-luka. Ada anggota DPRD yang loncat tadi," pungkasnya.
Pejabat Kecamatan Ujung Tanah Tewas
Insiden gedung DPRD Makassar dibakar massa unjuk rasa menimbulkan korban jiwa. Korban meninggal dunia merupakan Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) Kecamatan Ujung Tanah bernama Syaiful.
Hal itu turut dibenarkan oleh Camat Ujung Tanah Amanda Syahwaldi. Jenazah korban saat ini sedang berada di RS Grestelina, Makassar.
"Iye betul (Kasi Kesra Syaiful meninggal dunia)," ujar Amanda kepada detikSulsel, Sabtu (30/8) dini hari.
Amanda menjelaskan korban Syaiful turut menghadiri rapat paripurna di DPRD Makassar. Saat gedung DPRD Makassar, korban terjebak di lantai empat.
"Terjebak api lompat di lantai4," katanya.
(asm/ata)