3 Titik Demo-Kemacetan di Makassar Sore Ini, Kawal Kasus Affan Kurniawan

3 Titik Demo-Kemacetan di Makassar Sore Ini, Kawal Kasus Affan Kurniawan

Tim detikSulsel - detikSulsel
Jumat, 29 Agu 2025 17:13 WIB
Aksi demonstrasi di Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, tepatnya depan pintu I Unhas.
Aksi demonstrasi di Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, tepatnya depan pintu I Unhas. Foto: (Adhe Junaedi/detikSulsel)
Makassar -

Sejumlah massa menggelar demonstrasi di beberapa titik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Massa menutup jalan hingga menimbulkan kemacetan panjang di sejumlah titik.

Pantauan detikSulsel, Jumat (29/8/2025), demo salah satunya terjadi di depan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Jalan AP Pettarani. Massa mahasiswa yang berunjuk rasa membakar ban di jalan dan menyandera truk untuk menutup total jalan.

Massa menutup total dua ruas jalan baik dari arah Jalan Sultan Alauddin maupun sebaliknya ke arah Urip Sumoharjo. Akibatnya, kemacetan panjang terjadi dari kedua arah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mahasiswa menuntut agar para pelaku penabrak ojek online (ojol) Affan Kurniawan yang tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat demo di Jakarta dipecat dari kepolisian. Menurutnya, peristiwa ini merupakan bukti kepolisian hari ini melawan rakyat.

"Menindas rakyat dengan tidak manusiawi dan hati nurani. Hingga hari ini tidak ada kejelasan, kami meminta Kapolri untuk turun dari jabatannya," kata orator dalam orasinya.

Demonstrasi juga dilakukan sejumlah massa di depan Pintu 1 Universitas Hasanuddin (Unhas). Massa juga menggelar aksi unjuk rasa terkait kasus Affan Kurniawan.

Massa mahasiswa berkumpul di tengah jalan dan membuat lingkaran. Tampak ban bekas dan sampah plastik ikut dibakar mahasiswa. Aksi ini menimbulkan kemacetan sepanjang 2 kilometer.

Selain itu, demonstrasi juga terjadi di Jalan Urip Sumoharjo. Massa menutup jalan menuju Perintis Kemerdekaan, tepatnya di bawah flyover. Massa tampak berdiri dan membakar ban di tengah jalan.

Kekecewaan Prabowo soal Kasus Affan Kurniawan

Dilansir dari detikNews, Affan Kurniawan tewas dilindas rantis Brimob di Jakarta pada Kamis (28/8) malam. Insiden memilukan itu terjadi imbas demo ricuh yang terjadi di Gedung DPR/MPR sejak sore.

Prabowo menyesalkan insiden ojol tewas dilindas rantis saat aksi demo berujung ricuh. Hal itu disampaikan Prabowo melalui rekaman audio visual yang dibagikan kepada wartawan pada Jumat (29/8).

"Saya atas nama pribadi dan atas nama pemerintah Indonesia mengucapkan turut berduka cita dan menyampaikan belasungkawa yang sudah dalam-dalamnya. Saya sangat prihatin dan sangat sedih terjadi peristiwa ini," kata Prabowo.

Prabowo memastikan, pemerintah akan menjamin kehidupan keluarga korban. Pemerintah akan memberi perhatian khusus baik orang tuanya dan adik-adik dan kakak-kakaknya.

"Sekali lagi saya terkejut dan kecewa dengan tindakan petugas yang berlebihan. Saya sudah perintahkan agar insiden tadi malam diusut secara tuntas dan transparan serta petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab," tegasnya.

"Seandainya diketemukan mereka berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku akan kita ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku," tambah Prabowo.

Prabowo turut mengimbau masyarakat untuk tenang dan percaya dengan pemerintah. Dia meyakini pemerintah yang dipimpinnya akan berbuat yang terbaik demi rakyat termasuk menerima seluruh keluhan-keluhan masyarakat untuk ditindaklanjuti.

"Saya juga mengimbau kepada seluruh bangsa Indonesia untuk selalu waspada agar unsur-unsur yang selalu ingin huru-hara, yang ingin chaos saya sampaikan kepada seluruh rakyat bahwa hal tersebut tidak menguntungkan rakyat, tidak menguntungkan masyarakat, tidak menguntungkan bangsa kita," paparnya.

Prabowo melanjutkan, bangsa Indonesia sedang berbenah dan mengumpulkan semua tenaga untuk bangkit menjadi negara yang kuat, sejahtera dan berhasil mengatasi kemiskinan hingga kelaparan. Dia optimis Indonesia menjadi bangsa yang maju, mandiri dan tidak kalah dengan negara-negara lain.

"Untuk itu kita harus waspada, kita harus tenang dan kita tidak boleh mengizinkan kelompok-kelompok yang ingin membuat huru-hara dan kerusuhan. Aspirasi yang sah silakan untuk disampaikan. Kita akan perbaiki semua yang perlu diperbaiki," pungkasnya.

Halaman 2 dari 4
(asm/sar)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads