Jalan Buakana, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mendapat sorotan karena membuat pengendara motor berjatuhan efek pemasangan keramik. Warga setempat berharap Pemkot Makassar mengganti material keramik di jalan itu agar aksesnya tidak membahayakan pengendara.
Insiden pemotor jatuh di Jalan Buakana yang dikeramik viral di media sosial. Sebanyak 8 pengendara motor dilaporkan tergelincir saat melintas di lorong jalan tersebut selama awal April 2025.
"Kalau korbannya ini selama satu bulan ada delapan orang jatuh. Cuma Alhamdulillah tidak ada ji yang parah. Cuma sakitnya sedikit lukanya," ungkap Plt Ketua RW 4 Kelurahan Buana, Muh Said kepada detikSulsel, Kamis (10/4/2025).
Said mengaku kondisi jalanan semakin membahayakan ketika hujan turun. Akses jalan semakin licin sehingga pengendara motor yang melintas gampang tergelincir.
"Kita tahu ini keramik sudah puluhan korban khususnya hujan gerimis, licin itu jalan pasti ada orang jatuh. Kemarin hari apa itu 2 orang jatuh," bebernya.
Jalan Buakana di wilayah khusus RW 4 dipasangi keramik sepanjang 300 meter. Hanya ada paving block yang terpasang di kedua tepi jalan tersebut.
"Sebenarnya paving block yang dulu itu bagus sekali. Saya tidak tahu tiba-tiba paving block-nya dibongkar diganti dengan keramik," tutur Said.
Said mengungkapkan, pemasangan keramik di jalan itu dimulai sekitar Oktober 2024 lalu. Namun dia berdalih tidak mengetahui pasti alasan material keramik dipilih untuk dipasang di Jalan Buakana.
"Kalau pemasangan keramik ini saya sebagai pelaksana tugas RW sebenarnya tidak tahu masalah ini siapa yang bertanggung jawab atas pemasangan," paparnya.
Dari informasi yang diterimanya, Jalan Buakana dipasangi keramik karena termasuk lokasi yang disasar untuk dijadikan sebagai Lorong Wisata. Namun dia menilai Jalan Buakana tidak cocok jadi Lorong Wisata karena termasuk jalanan umum.
"Menurut keterangan tokoh-tokoh masyarakat mengatakan bahwa ini kemauan Pak RW yang lama, dia mau jadikan lorong ini Lorong Wisata. Tapi saya punya pendapat kalau Lorong Wisata itu tidak boleh kalau jalanan umum," ucap Said.
"Tapi saya punya pendapat kalau Lorong Wisata itu tidak boleh kalau jalanan umum. Nah itu (Jalan Buakana) termasuk jalanan umum, karena kalau macet (Jalan) Pettarani Rappocini, mesti lewat Buakana," tambahnya.
Said berharap keramik di Jalan Buakana dibongkar dan diganti dengan paving block seperti sediakala. Dia khawatir akses jalan itu bisa menambah korban berjatuhan yang lebih parah.
"Kita takut kalau di masa-masa yang mendatang lebih parah lagi. Karena tiba-tiba ada orang jatuh lantas ada kendaraan yang lewat kan bisa lebih parah," jelas Said.
Dia berharap Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau kembali penggunaan keramik di jalan itu. Said kembali menyebut Jalan Buakana belum layak untuk dijadikan Lorong Wisata.
"Kalau saya ini sebagai pelaksana tugas ketua RW, bisa ditinjau kembali jalanan ini. Dengan catatan apa yang harus dipasang sesuai dengan kondisi keadaan, apakah dipasang kembali paving block atau dicor," imbuhnya.
Simak selengkapnya di halaman berikutnya...
Simak Video "Video: Mobil Towing Angkut Wheel Loader Terbakar di Tol Lampung Ruas Bakter"
(sar/sar)