Dua kelompok remaja terlibat perkelahian saat perayaan karnaval kuda menari atau sayyang pattudu di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Keributan yang videonya viral di media sosial dipicu senggolan
"Diduga gegara senggolan memicu terjadinya ketersinggungan," kata Kapolsek Tinambung, AKP Ramli dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).
Bentrokan itu terjadi di Dusun Parappe, Desa Bala, Kecamatan Balanipa, Minggu (25/10) sekira pukul 14.30 Wita. Perkara bermula saat remaja berinisial JA (16) asyik berjoget hingga menginjak kaki remaja inisial RA (17).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika para remaja tersebut asyik berjoget-joget di depan kuda pattudu, tanpa sengaja JA menyenggol kaki RA hingga membuat RA tersinggung lalu memukul wajah JA," terangnya.
Tindakan RA memicu amarah teman-teman JA yang saat itu berada di lokasi hingga melakukan serangan balasan. Bentrokan antara dua kelompok remaja pun pecah.
"Begitupun dengan teman-teman RA sehingga perkelahian antara dua kelompok tak terhindarkan," ungkap Ramli.
Sementara Ps Kanit Reskrim Polsek Tinambung Bripda Dedi Setiawan memastikan tidak ada korban jiwa akibat insiden tersebut. Dia menegaskan keributan itu dipicu kesalahpahaman.
"Hanya kesalahpahaman akibat saling senggol saat berjoget pada saat arak-arakan kuda," tutur Dedi.
Kedua belah pihak sudah dimediasi di Polsek Tinambung, Senin (26/10) kemarin. Kedua belah pihak yang berjumlah 8 orang sepakat berdamai.
"Surat damai ditandatangani kedua belah pihak, saksi-saksi keluarga, dan diketahui oleh kepala dusun dan kepala desa," imbuh Dedi.
Dari video beredar, tampak sejumlah remaja asyik berjoget di depan peserta karnaval kuda menari. Sejumlah remaja lalu baku pukul dan saling kejar hingga membuat penonton karnaval histeris.
