Korban Tewas Imbas Bentrok Antarkeluarga di Tolikara Jadi 2 Orang

Papua Pegunungan

Korban Tewas Imbas Bentrok Antarkeluarga di Tolikara Jadi 2 Orang

Paulus Pulo - detikSulsel
Selasa, 27 Okt 2026 08:44 WIB
Polisi memediasi bentrokan antarkeluarga di Tolikara.
Foto: Polisi memediasi bentrokan antarkeluarga di Tolikara.
Tolikara -

Korban tewas imbas bentrok antara keluarga bertambah menjadi dua orang di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan. Korban bertambah setelah pria berinisial YW turut dilaporkan tewas.

Kapolres Tolikara, Kompol Roberth Hitipeuw menuturkan, korban YW ditemukan tewas di sekitar Jalan Kogome, Distrik Karubaga, Minggu (25/10). Pihak keluarga yang datang dari Distrik Kembu melihat langsung jenazah korban.

"Guna melihat tempat kejadian perkara ditemukannya YW yang meninggal dunia dalam aksi saling serang antara kelompok masyarakat," kata Roberth dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belakangan, keluarga dari kedua belah pihak yang bertikai dimediasi oleh aparat kepolisian. Setiap pihak menyampaikan aspirasinya agar Pemkab Tolikara memberikan perhatian.

"Telah dilakukan pernyataan sikap damai oleh pihak keluarga almarhum DK dan almarhum YW terkait insiden saling serang. Keduanya sudah dipertemukan," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Kedua keluarga korban juga membuat pertanyaan damai untuk menghentikan aksi saling serang. Proses mediasi dilakukan secara adat dan ditandai dengan penyerahan bantuan kepada masing-masing keluarga.

"Kita dari polisi sudah menyerahkan bantuan kepada keluarga untuk saat digunakan seperlunya," imbuh Roberth.

Diketahui, bentrokan maut terjadi di Jalan Irian Kota Karubaga, Tolikara pada Sabtu (24/10) sekitar pukul 18.58 WIT. Awalnya korban berinisial DK (23) terlibat pertikaian hingga tewas dibacok menggunakan parang.

Insiden pembacokan itu lantas memicu bentrokan. Kedua keluarga saling serang menggunakan parang dan panah.

"Aksi saling serang antara keluarga korban dan keluarga pelaku menggunakan parang, panah serta batu atas dampak aksi pembacokan tersebut," beber Roberth saat dikonfirmasi, Minggu (25/10).



(sar/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads