1.900 Liter Solar Diduga Ditimbun dalam Rumah Kosong Bulukumba

1.900 Liter Solar Diduga Ditimbun dalam Rumah Kosong Bulukumba

Reinhard Soplantila - detikSulsel
Senin, 12 Okt 2026 18:30 WIB
Polisi menyita 1.900 liter solar di sebuah rumah kosong di Bulukumba.
Foto: Polisi menyita 1.900 liter solar di sebuah rumah kosong di Bulukumba. (dok. Istimewa)
Bulukumba -

Polisi menemukan 1.900 liter solar yang diduga ditimbun dalam rumah kosong di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ribuan liter bahan bakar minyak (BBM) subsidi itu masing-masing dalam dua tandon.

Rumah tersebut digerebek polisi di Desa Bijawang, Kecamatan Ujung Loe, Senin (12/10). Polisi yang turun ke lokasi tidak mendapati pemilik solar tersebut karena lokasi dalam kondisi sepi.

"Ada informasi dari warga, kami langsung turun ke lokasi. Sampai di sana tidak ada orang," ujar Kasat Reskrim Polres Bulukumba AKP Andi Imran kepada wartawan, Senin (12/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Imran menjelaskan, rumah tersebut diduga telah ditinggalkan pemiliknya selama sekitar tiga tahun. Polisi menemukan 10 tandon yang dua unit di antaranya berisi solar.

"Kalau barang bukti yang diamankan itu ada 10 tandon isi 1.000 liter, tapi yang terisi hanya dua tandon. Totalnya kurang lebih 1.900 liter solar dan barang bukti lainnya tandon, alat penyedot, serta jeriken," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Penyidik telah memasang garis polisi di lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Polisi masih mencari pemilik solar maupun pihak yang bertanggung jawab atas dugaan penimbunan tersebut.

"Kami masih dalam lidik siapa yang punya barang ini. Karena ditanyakan kepada pemegang kunci, dia tidak tahu juga," imbuh Imran.

Imran menegaskan, penanganan kasus ini dilakukan berdasarkan informasi masyarakat. Dia menegaskan tidak ada keterlibatan oknum polisi dalam dugaan aktivitas penimbunan BBM ilegal tersebut.

"Saya sudah police line, saya buat LP, tinggal barang buktinya saya angkut ke kantor. Ini juga sebagai bukti tidak ada keterlibatan kami dengan solar ilegal," tegasnya.



(sar/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads