Wanita di Sidrap Ngaku Dihipnotis Lewat HP, Emas 28,5 Gram Raib

Wanita di Sidrap Ngaku Dihipnotis Lewat HP, Emas 28,5 Gram Raib

Muhclis Abduh - detikSulsel
Senin, 05 Okt 2026 16:40 WIB
Waspada Penipuan AI
Ilustrasi. Foto: Magnific
Sidrap -

Seorang wanita di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Fitriani (26) mengaku menjadi korban penipuan dengan cara dihipnotis. Korban mengaku kehilangan emas berupa cincin dan gelang seberat 28,5 gram setelah menyerahkan ke pelaku.

"Iya, kami telah menerima dan memproses laporannya (dugaan korban hipnotis)," kata Kapolsek Panca Rijang AKP Nompo kepada detikSulsel, Senin (5/10/2026).

Korban awalnya berkenalan dengan pelaku melalui Facebook pada 24 September 2026. Keduanya kemudian berkomunikasi intens hingga korban terpikat dengan pelaku yang mengaku bekerja di kapal tanker.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini tanggal 24 itu, dia kenal di Facebook. Nah, dia komunikasi lah intens berkomunikasi. Pelaku mengaku bahwa dia orang Pangkajene, atas namanya Reza. Dia kerja pelayaran, sementara berlayar dia kerja di kapal tanker," bebernya.

Korban kemudian dijanjikan akan dinikahi oleh pelaku. Pada Jumat (2/10), pelaku kembali menghubungi korban dan membujuknya mengumpulkan emas untuk dijadikan mahar pernikahan.

ADVERTISEMENT

"Rayuannya ini pelaku, nabilang begini, 'berapa emas yang kita miliki, segitu juga nanti saya mau kasih naik sebagai mahar. Jadi seberapa banyak emas yang kita miliki, segitu juga nanti saya kasih naik. Tapi saya timbang dulu emasmu'," ungkapnya.

Korban yang percaya kemudian mengumpulkan emas milik keluarganya. Sekitar pukul 08.30 Wita pada Jumat (2/10), seseorang yang mengaku sebagai sepupu pelaku datang menemui korban atas perintah pelaku.

"Kurir ini disuruh ke sana, nabilang, 'Pergi jemput di sana barang.' Pergi jemput di Pasar Rappang. Jadi waktu datang di sana, ditelepon lagi korban, nabilang, 'Ada mi sepupuku di situ di pasar'," jelas Nompo.

Korban kemudian menyerahkan emas tersebut kepada kurir. Emas terdiri dari lima cincin dan dua kalung disimpan di dalam toples yang dimasukkan ke dalam sebuah tas.

"Setelah ditimbang, emas korban itu yang 5 cincin dan 2 kalung beratnya 28,5 gram," ujarnya.

Korban baru menyadari dirinya menjadi korban penipuan sekitar pukul 12.00 Wita. Saat itu, korban ditelepon ibunya yang sebelumnya mengetahui rencana korban menyerahkan emas dengan alasan akan ditimbang sebagai bagian dari mahar.

"Pas ditelepon jam 12.00 itu, ditelepon sama emaknya nabilang, 'Eh, jangan kau kasih itu orang emasmu. Kan ada tempat timbang-timbang emas di sekitar penjualanmu, tempat penjualanmu di pasar'," katanya.

Namun, korban yang diduga masih dalam kondisi linglung justru mengatakan kepada ibunya bahwa emas tersebut masih berada di tangannya. Setelah tersadar, korban kemudian melaporkan kasus penipuan tersebut ke kepolisian.

"Karena linglung, nabilang, 'Tidak, masih ada ji itu emas sama saya. Masih ada ji kusimpan terus, biar pergi kencing kubawa terus ini.' Padahal tidak ada mi itu, karena sudah diserahkan," ungkap Nompo.

Dalam video yang beredar tampak korban menangis histeris di depan Pasar Sentral Rappang. Sejumlah orang berupaya menenangkan korban.

"Katanya dia ditelepon semacam hipnotis begitu," kata salah seorang warga di dalam video.



(asm/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads