Kronologi Bentrok Warga di Lutra Berujung 1 Tewas-Kios Dibakar

Kronologi Bentrok Warga di Lutra Berujung 1 Tewas-Kios Dibakar

Ahmad Al Qadri - detikSulsel
Senin, 05 Okt 2026 12:20 WIB
Bentrokan sengketa lahan di Luwu Utara berakibat 1 orang tewas dan kios terbakar.
Foto: Bentrokan sengketa lahan di Luwu Utara berakibat 1 orang tewas dan kios terbakar. (dok. istimewa)
Luwu Utara -

Dua rumpun keluarga di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel), terlibat saling serang gegera sengketa lahan hingga satu orang tewas ditikam. Bentrokan tersebut juga menyebabkan sejumlah kios dan gazebo ludes terbakar.

Bentrokan melibatkan rumpun keluarga dari Desa Munte dan Desa Poreang di Kecamatan Tana Lili, pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 16.00 Wita. Awalnya, Erdiansyah (31) cekcok dengan Yusril (27) dan Arlan (33) di Pantai Seta-Seta, Desa Poreang.

"Mereka itu keluarga, mereka cekcok terkait persoalan tanah warisan berupa lokasi empang dan kebun sawit," ujar Kasat Reskrim Polres Lutra, AKP Kadek Andi Pradnyadana dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kadek mengatakan ibu Erdiansyah, Nursiah berusaha melerai cekcok anaknya dengan kedua pria tersebut. Nahas, Nursiah terkena sabetan pisau yang dipegang Arlan.

"Saat terjadi cekcok tersebut, Nursiah (ibu pelaku) bermaksud melerai pihak yang terlibat, namun pisau korban Arlan mengenai bagian pergelangan tangan kiri ibu dari pelaku," bebernya.

ADVERTISEMENT

Erdiansyah yang marah langsung menikam Arlan dan Yusril. Setelah menikam kedua korban, pelaku langsung kabur meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP).

"Kedua korban kemudian dibawa oleh warga menuju Puskesmas Tana Lili untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun dalam perjalanan korban Yusril meninggal dunia. Sedangkan Arlan dirujuk ke RSUD Andi Djemma Masamba," terang Kadek.

Polisi kemudian mendatangi lokasi dan mengejar pelaku. Kadek mengatakan, pelaku ditangkap di lokasi persembunyiannya dua jam setelah menikam kedua korban.

"Terduga pelaku sudah kami amankan. Kami meminta keluarga korban dan masyarakat tetap tenang serta mempercayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian. Jangan sampai ada tindakan yang justru menimbulkan persoalan baru," imbuhnya.

Setelah penikaman itu, sekelompok orang datang melakukan penyerangan dan pembakaran kios hingga rumah. Kadek memastikan situasi sudah terkendali, namun rangkaian peristiwa dalam insiden ini masih didalami.

"Situasi sempat memanas dan terjadi pembakaran sejumlah kios, sepeda motor serta sebuah rumah warga, aparat telah melakukan langkah pengamanan untuk mencegah terjadinya aksi lanjutan," tutupnya.



(hsr/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads