5 Remaja Geng Motor Rusak Rumah-Mobil Warga Bantaeng Ditangkap

5 Remaja Geng Motor Rusak Rumah-Mobil Warga Bantaeng Ditangkap

Reinhard Soplantila - detikSulsel
Senin, 28 Sep 2026 19:20 WIB
Aerial View of a traffic in Hanoi, Vietnam
Polisi tangkap lima remaja geng motor di Bantaeng yang diduga rusak rumah dan mobil warga. Foto: iStock
Bantaeng -

Polisi menangkap lima remaja anggota geng motor yang diduga melakukan pengrusakan rumah dan mobil warga di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelaku melempari rumah dan mobil korban menggunakan batu setelah gagal menemukan kelompok remaja yang hendak mereka serang.

Kanit Resmob Polres Bantaeng Aipda Sabil mengatakan kelima terduga pelaku diamankan pada Senin (28/9) sekitar pukul 03.30 Wita. Mereka diamankan di lokasi berbeda di Kecamatan Bantaeng dan Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng.

"Dari hasil penyelidikan, tim mengetahui identitas dan keberadaan para terduga pelaku," ujar Aipda Sabil kepada wartawan, Senin (28/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kelima remaja tersebut masing-masing berinisial AY (16), R (20), IPP (16), R (16), dan MA (16). Peristiwa pengrusakan terjadi di Jalan Dr Ratulangi, Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng, pada Kamis (24/9) sekitar pukul 01.00 Wita.

"Saat itu korban sedang tidur di rumahnya dan mendengar suara lemparan batu dari arah bagian depan dan samping rumah. Korban kemudian mengetahui mobil miliknya juga dilempari," beber Sabil.

ADVERTISEMENT

Sabil mengungkapkan, batu mengenai bagian pintu samping kanan dan atap mobil. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 2,5 juta.

"Kelima orang terduga pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan aksi pengrusakan terhadap rumah dan mobil korban dengan cara melempar batu," ungkapnya.

Para pelaku diduga merencanakan penyerangan terhadap kelompok remaja yang disebut kerap berkumpul di depan rumah korban melalui media sosial. Namun, saat tiba di lokasi, kelompok yang hendak mereka serang tidak berada di tempat.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku awalnya berkomunikasi melalui grup WhatsApp bernama SARKOBA (Sapu Rata Kota Bantaeng). Mereka kemudian berkumpul di basecamp kelompok Geng Mokondo dan mendatangi lokasi, namun target sasarannya tidak ada," jelas Sabil.

Sabil mengatakan peran para terduga pelaku berbeda-beda. Ada yang melempar batu dan ada juga melempar sampah ke rumah korban.

"AY mengaku melempar batu dua kali serta membawa kerambit dan busur. R disebut menjadi joki sekaligus melempar batu satu kali dan membawa badik. Sementara IPP mengaku melempar batu dua kali, R satu kali, dan MA tiga kali serta melempar karung berisi sampah ke arah rumah korban," terang Sabil.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya lima unit handphone, satu kerambit, satu batang anak panah busur, satu ketapel, satu unit motor dan satu tas tempat menyimpan senjata tajam. Kelima pelaku dan barang bukti dibawa ke Mako Polres Bantaeng.



(hsr/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads