Pria bernama Waminus Wandik (28) diamankan di Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Waminus diamankan lantaran membawa tas berisi senapan angin hingga bendera Bintang Kejora.
"Weminus Wandik diamankan oleh personel Satgas Pasgat Pos Wamena bersama aparat Polsek KP3 Bandara Wamena untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut," ujar Komandan Pos Pasgat Wamena Letda Pas Fajar Sari Santoso kepada wartawan Rabu (23/9/2026).
Waminus diamankan di Bandara Wamena, Jayawijaya pada Senin (21/9). Petugas awalnya melakukan pemeriksaan terhadap sebuah paket mencurigakan yang dikirm dari Sentani menuju Wamena menggunakan layanan kargo Trigana Air dengan nomor resi STNP26116827.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang berupa satu pucuk senapan angin kaliber 4,5 mm, optik teleskop, peredam, pisau karambit, bendera Bintang Kejora, pakaian loreng, serta tiga unit telepon genggam," bebernya.
Fajar mengatakan petugas Satgas Yon 462 Pasgat Pos Jayapura bersama petugas keamanan penerbangan (AVSEC) melakukan pemeriksaan melalui mesin X-Ray di Gudang Cargo Bandara Sentani. Dari pemeriksaan itu, ditemukan satu paket yang dinilai mencurigakan karena berisi sejumlah barang yang memerlukan pendalaman lebih lanjut.
"Petugas kemudian melakukan koordinasi dengan pengelola kargo bandara serta menelusuri informasi terkait pengiriman paket tersebut," ujarnya.
Dari hasil pendalaman, paket tetap dikirim menuju Wamena dengan pengawasan aparat melalui mekanisme pengiriman terkontrol. Paket tersebut tiba di Gudang Cargo Trigana Air Bandara Wamena.
"Tidak lama kemudian, pemilik paket datang mengambil barang kirimannya. Saat proses pengambilan berlangsung, petugas melakukan pemeriksaan dan menemukan barang-barang yang sebelumnya telah terdeteksi melalui pemeriksaan awal," terangnya.
Dia menegaskan langkah pengamanan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan masyarakat serta memastikan jalur transportasi udara tetap aman dari pengiriman barang yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Seluruh barang bukti bersama pemilik paket kini telah diserahkan kepada pihak kepolisian.
"Masyarakat agar tidak menyalahgunakan jalur transportasi umum untuk mengirimkan barang-barang yang dapat membahayakan keamanan dan ketertiban. Sinergi antara petugas bandara, aparat keamanan, kepolisian, serta masyarakat dinilai penting untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif," tutupnya.
