Polisi menangkap 7 orang terkait perkelahian di salah satu warung makan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Ketujuh orang tersebut ditangkap saat berpesta minuman keras (miras).
"Yang diamankan ada tujuh orang, dua wanita," kata Kanit Reskrim Polsek Urban Wonomulyo, Iptu Mulyono kepada wartawan, Minggu (20/9/2026).
Ketujuh orang tersebut diamankan di sebuah kosan di Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, Minggu (20/9), sekira pukul 01.45 Wita. Mereka masing-masing berinisial IC (19), AS (32), JO (20), AH (17), SA (17), serta dua perempuan berinisial SA (21) dan IR (19).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diamankan di tempat kos, lagi kumpul-kumpul mereka sambil minum bir," ungkapnya.
Mulyono menjelaskan, keberadaan para pelaku diketahui setelah polisi menerima laporan dari warga. Mereka mengaku resah karena aktivitas kelompok tersebut dinilai kerap mengganggu ketenteraman warga sekitar.
"Awalnya kan warga resah, karena selalu begadang di situ tiap malam, biasa sampai jam dua jam tiga, setel musik keras. Pas tadi malam kita grebek," tuturnya.
Saat melakukan penggeledahan di lokasi, polisi menemukan sebilah samurai. Namun, belum ada seorang pun dari ketujuh orang yang mengakui sebagai pemilik senjata tajam tersebut.
"Ada ditemukan samurai, tapi tidak ada yang mengaku siapa pemiliknya," ucapnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Mulyono menyebut ketujuh orang tersebut mengakui keterlibatan mereka dalam aksi penyerangan terhadap sejumlah pria di warung makan itu.
"Diakui kalau memang terlibat. Sudah dikirim ke Polres, dijemput sama anggota Piket Polres," pungkasnya.
Diketahui, dua kelompok pemuda terlibat bentrok saat berada di warung makan di Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, Jumat (18/9), sekira pukul 20.00 Wita. Keributan yang diduga dipicu saling ejek itu bermula ketika sejumlah pemuda yang berada di dalam warung dihampiri dua wanita, lalu terlibat adu mulut.
"Awalnya ada yang lagi makan, terus ada rombongan lain yang datang. Beberapa menunggu di luar, lalu ada perempuan yang masuk kemudian adu mulut," ujar penjaga warung, Salma kepada wartawan, Sabtu (19/9).
Dalam potongan video pendek yang dilihat, Sabtu (19/9), tampak dua wanita masuk ke dalam warung hingga terlihat keributan dengan sejumlah pemuda yang sedang makan.
Keributan itu memancing sejumlah pemuda teman kedua wanita yang sedang menunggu di luar warung. Mereka kemudian masuk untuk membantu kedua wanita tersebut.
Suasana semakin memanas saat sejumlah pemuda terlihat baku pukul, lalu saling kejar hingga ke dalam warung. Kondisi tersebut membuat penjaga dan pengunjung berhamburan karena takut.
