Sejumlah siswa SMKN 2 Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyerang dan merusak motor warga diduga usai diprovokasi. Polisi kini menyelidiki aksi siswa yang viral di media sosial tersebut.
Kepala SMKN 2 Kendari Ahmad Mustapa membenarkan kejadian itu. Ahmad mengatakan kejadian itu diduga dipicu provokasi saat para siswa sedang menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah, Jumat (18/9).
"Jadi kejadian itu dipicu provokasi, akhirnya siswa kami keluar saat lagi sarapan MBG," kata Ahmad Mustapa kepada detikcom, Sabtu (19/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah kejadian, pihak sekolah melakukan identifikasi terhadap siswa yang diduga terlibat. Pihak sekolah selanjutnya akan memanggil orang tua siswa untuk memberikan arahan dan pembinaan.
"Setelah kejadian itu anak-anak kami panggil tadi, dan kami lakukan identifikasi siapa-siapa yang melakukan itu. Setelah kami identifikasi, kami akan panggil orang tua siswa untuk memberikan arahan," ujarnya.
Pihak sekolah juga menegaskan akan memberikan sanksi apabila hasil identifikasi membuktikan adanya siswa yang melanggar aturan sekolah.
"Ketika itu terbukti, kami dari pihak sekolah akan memberikan sanksi sesuai aturan dalam hal aturan yang dilanggar. Kami pasti beri sanksi kalau dia terbukti melanggar," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Operasional (KBO) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kendari Ipda M. Nur mengaku pihaknya juga sementara melakukan penyelidikan. Termasuk mengidentifikasi motor yang dirusak para siswa.
"Masih dalam penyelidikan. Untuk kondisi motornya masih dalam identifikasi," kata Nur.
Dalam rekaman video beredar, terlihat sekelompok siswa mendatangi dan mengerumuni sebuah motor. Pengendara sempat meninggalkan kendaraannya untuk menyelamatkan diri. Setelah itu, para siswa diduga melakukan pengrusakan terhadap motor tersebut.
