Seorang pengamen berinisial BE (30) harus menjalani perawatan medis setelah dianiaya pria berinisial RU (49) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Penganiayaan itu menyebabkan empat jari korban nyaris putus dari sabetan parang.
"Hampir putus jarinya, ada empat jari hampir putus," kata Kanit Reskrim Polsek Urban Wonomulyo, Iptu Mulyono kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).
Insiden itu terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Selasa (11/8), sekitar pukul 20.30 Wita. Bermula dari cekcok yang melibatkan korban dan ponakan pelaku berinisial RA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya itu keponakan pelaku (RA) sedang ngamen di warung, saat ngamen ada korban menunggu bersama temannya. Setelah selesai ngamen, korban bertanya kepada RA kenapa lama? Entah karena apa, korban lalu bertanya kepada RA apakah dia melawan, sehingga RA langsung lari dan meninggalkan sepeda motornya," ungkap Mulyono.
RA yang merasa terancam lalu pulang ke rumah pelaku dan mengadukan masalah tersebut. Setelah itu, RA bersama istri pelaku berinisial NU kembali ke lokasi untuk mengambil sepeda motor miliknya yang ditinggalkan.
"Namun sesampainya di lokasi, korban dan NU justru terlibat pertengkaran (dengan korban) sehingga sepeda motor tidak bisa diambil," tutur Mulyono.
Karena gagal mengambil motor tersebut, RA dan NU kemudian pulang dan menyampaikan kejadian tersebut kepada pelaku. Diduga tersulut emosi, pelaku lantas mengajak sejumlah rekannya mendatangi lokasi untuk mengambil sepeda motor milik ponakannya yang dalam penguasaan korban.
"Namun sesampainya di lokasi, pelaku hanya menemukan sepeda motor milik RA dan tidak melihat keberadaan korban," ujar Mulyono.
Setelah mengambil sepeda motor yang ditinggal di lokasi, pelaku yang membawa sebilah parang panjang bersama seorang rekannya lalu mencari keberadaan korban.
"Pas sampai dekat Andita, pelaku melihat korban. Pelaku langsung turun dari motor sementara korban berusaha menjauh ketika melihat pelaku turun dari motor sambil membawa parang," ucapnya.
Mulyono mengatakan, korban sempat mengambil sepotong balok kayu dan berusaha melawan ketika pelaku menyerangnya menggunakan parang. Korban terluka ketika mencoba menangkis serangan pelaku menggunakan tangannya.
"Korban sempat ambil kayu dan melawan. Saat pelaku menyerang menggunakan parang, korban mencoba menangkis menggunakan tangan, setelah korban langsung meninggalkan lokasi," imbuhnya.
Usai kejadian, pelaku langsung melarikan diri, sementara korban diantar ke rumah sakit oleh rekannya untuk mendapat perawatan. Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif penganiayaan sekaligus memburu keberadaan RU.
"Kalau motifnya masih kita dalami. Pelaku sempat pulang ke rumahnya setelah itu tidak lagi diketahui keberadaannya," pungkasnya.
