Sopir travel Alber Bin Markus Pagga alias Latu (37) menutupi aksinya menghabisi nyawa Paramita Titania Angelica alias Mita (26) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng). Namun, tabiat jahat itu akhirnya terbongkar setelah dua tahun berlalu.
Mita berangkat dari Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) menuju Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada 22 Juli 2024 sekitar pukul 16.30 Wita. Korban saat itu dijemput oleh sopir travel di Bottodongga, Desa Bottobenteng, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo.
Sejak berangkat dari rumah, Mita rupanya hanya satu kali memberikan kabar. Korban disebut hanya sempat menyampaikan bahwa dirinya tidak lama lagi tiba di tempat tujuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepanjang Mita berangkat, orang tua saya beberapa kali menelepon dan terakhir pada hari Selasa tanggal 23 Juli 2024 sekira pukul 09.00 Wita orang tua kami menanyakan sudah di mana? Mita menjawab, 'tidak lama mi sampai ka'," ujar kakak korban, Nadia pada Minggu (24/11/2024).
Alber Ngaku Sudah Antar Korban
Mita sejak saat itu sudah tidak pernah muncul lagi. Sementara Alber mengaku sudah mengantarkan Mita hingga ke Morowali.
"Alasan dari sopir itu bahwa Mita tadi turun dan dijemput oleh temannya di sekitar daerah Lalampu, Kabupaten Morowali. Dan sejak saat itu nomor telepon Mita sudah tidak aktif," terangnya.
Keluarga kemudian melaporkan Mita hilang ke Polres Wajo pada 9 Agustus 2024. Setelah dua tahun proses penyelidikan, Satreskrim Polres Wajo yang menyelidiki hilangnya Mita lantas mendapatkan sejumlah petunjuk yang mengarah kepada Alber.
Alber pun ditangkap di Dusun Mao, Desa Buttuada, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat pada Sabtu (8/8). Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku, lokasi dugaan tindak pidana pembunuhan terjadi di Desa Kolono, Kecamatan Bungku Timur, Morowali, yang mana jenazah korban dibuang ke dalam jurang 60 meter.
"Menurut pengakuannya, tersangka memukul bagian belakang leher korban menggunakan kunci roda mobil sebanyak satu kali hingga korban meninggal dunia," ujar AKBP Douglas dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).
"Melalui serangkaian tindakan penyelidikan Resmob Polres Wajo yang dipimpin Kasat Reskrim, berhasil mengamankan saudara Alber di Mamuju," ungkap Douglas.
Polisi Ungkap Motif Sakit Hati, Keluarga Bantah
Kepada polisi, Alber mengaku membunuh korban karena sakit hati terhadap perkataan korban. Namun, pihak keluarga menegaskan motif itu tidak masuk akal.
"Kalau bagi saya tidak masuk akal itu penghinaan sebagai motif. Kalau mau itu diusut atau dikata-katai, pasti langsung dibunuh dan pin ATM tidak akan ketahuan," ujar kakak korban, Nadia kepada detikSulsel, Selasa (11/8/2026).
Nadia mengatakan, sopir tersebut mengambil ATM dan mengetahui pin Mita. Pelaku kemudian disebut menguras isi ATM Mita termasuk gaji terakhirnya Rp 7 juta.
"Ini sopir travel ambil ATM Mita baru ditransfer ke beberapa rekening, 2 ATM na (dia) ambil termasuk dia ambil gaji terakhirnya sekitar Rp 7 juta di rekening BRI. Kalau di BNI sekitar Rp 62 juta yang keluar," katanya.
Dia menyampaikan, pelaku dan Mita tinggal satu kampung di Wajo. Bahkan jarak rumah mereka terbilang tidak jauh.
"Iya baku kenal (sopir dengan Mita). Rumah berdekatan di Desa Bottodongga, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo," sebutnya.
"Orang di sini (Wajo) sopir travelnya makanya dipercaya, dan saat itu hanya berdua ke Morowali ke Wajo. Karena memang kursi depan saja yang kosong, karena mobilnya muat tabung," sambung Nadia.
Sosok Mita di Mata Keluarga
Korban diketahui sudah bertahun-tahun bekerja di Morowali. Dia merupakan salah satu tulang punggung keluarga.
"Mita itu termasuk tulang punggung keluarga, dari 3 bersaudara. Orang tua semua masih ada," ujar Nadia kepada.
"Dia (Mita) kerja sudah lama di Morowali, saya saja sudah 7 tahun kerja. Na Mita yang panggil saya ke Morowali kerja, mungkin sekitar 9 tahunan," katanya.
Menurut Nadia, Mita saat itu pulang kampung karena cuti. Korban yang hendak kembali ke Morowali kemudian pamit kepada orang tuanya hingga akhirnya dilaporkan hilang.
"Barangnya Mita sampai, tetapi orangnya tidak ada. Kakaknya sendiri yang terima itu barang, baru ditanya itu sopir mana Mita? Dia bilang sudah turun di jalan. Pas kembali Alber dari Morowali ditanyakan sama mamanya kita kirimkan saja uang Mita Rp 50 juta untuk proses pengurusan di perusahaannya, baru dia bilang juga Mita pergi sama cowoknya karena hamil," sambung Nadia.
Di sisi lain, Nadia menyebut proses pemakaman Mita akan dilakukan besok, Rabu (12/8). Pihak keluarga masih menunggu kepolisian melakukan autopsi.
"Proses pemakaman baru rencana dilakukan besok, karena Polres Wajo baru mau melakukan autopsi. Setelah diambil sampelnya baru Polres Morowali yang menyerahkan jasadnya ke keluarga," jelasnya.
(hmw/hmw)
