Pengakuan Pembunuh Wanita di Indekos Pinrang gegara Cekcok Tarif Open BO

Pengakuan Pembunuh Wanita di Indekos Pinrang gegara Cekcok Tarif Open BO

Muhclis Abduh - detikSulsel
Sabtu, 08 Agu 2026 19:40 WIB
Pria berinisial MB (29) ditangkap gegara membunuh wanita inisial IN (28) saat open booking (BO) di kamar kos Kabupaten Pinrang.
Pria berinisial MB (29) ditangkap gegara membunuh wanita inisial IN (28) di indekos Kabupaten Pinrang. Foto: dok istimewa
Pinrang -

Polisi menangkap pria berinisial MB (29) gegara membunuh wanita inisial IN (28) usai cekcok tarif jasa layanan seksual atau open booking online (BO) di indekos Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelaku mengaku mencekik korban saat keduanya cekcok.

MB memberikan keterangan saat diinterogasi di Mapolres Pinrang, Sabtu (8/8/2026). MB mengaku berinteraksi dengan korban melalui aplikasi kencan dan diberi alamat kos di Kelurahan Maccorawalie, Kecamatan Watang Sawitto.

"Dia bilang kalau datang meko, langsung meko naik di kamar 26. Nomor 26," kata MB dalam pemeriksaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MB datang ke kamar kos korban dengan kesepakatan pembayaran sebesar Rp 500 ribu. Namun, setelah berada di lokasi, MB baru menyadari uang yang dibawanya hanya Rp 300 ribu.

"Bilang perjanjian 500, tapi kukira uangku 500, ternyata 300 ji," ungkap MB.

ADVERTISEMENT

Hal itu diduga membuat korban kesal hingga menahan pelaku yang hendak pergi. Bahkan korban disebut mengancam akan berteriak jika pelaku tidak membayar sesuai kesepakatan awal.

"Pas mau ka' keluar, dia mau berteriak. Natahan ka' di pintu. Bilang kalau tidak membayar 500, teriak ka itu," kata MB.

Ancam itu membuat pelaku panik karena khawatir teriakan korban didengar orang lain di sekitar indekos. Pelaku kemudian mendorong korban hingga jatuh ke tempat tidur.

"Jadi saya panik karena banyak orang di luar toh. Jadi saya dorong ki ke kasur, Pak," ujar MB.

Korban disebut berteriak meminta pertolongan setelah terjatuh di tempat tidur. MB kemudian mencekik korban menggunakan tangan dengan posisi kuncian dari belakang.

"Jatuh di kasur, berteriak ki di situ minta tolong, jadi kucekik," ungkap MB.

Korban sempat melawan sebelum akhirnya tidak lagi melakukan perlawanan. Setelah itu, pelaku meninggalkan kamar, namun kembali karena telepon selulernya tertinggal.

"Pas ka' keluar, ketinggalan HP-ku. Masuk ka' kembali, kuambil juga ini HP-nya," katanya.

Saat meninggalkan kamar, MB mengaku melihat korban dalam kondisi lemas. Ia mengaku tidak mengetahui apakah korban saat itu sudah meninggal, namun posisinya tengkurap.

"Sudah lemas. Tapi saya tidak tahu apakah sudah mati," paparnya.

MB lalu mengunci kamar kos korban dari luar dan memasukkan kunci kembali melalui celah di bawah pintu. Pelaku kemudian kabur ke kampung halamannya di Kecamatan Batulappa.

"Saya kunci kamar dari luar terus saya kasih masuk kunci ke dalam lewat bawah pintu," terangnya.

Diketahui, korban ditemukan tewas di indekos Kelurahan Maccorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, Rabu (5/8) malam. Berdasarkan data kepolisian korban merupakan warga pendatang asal Polewali Mandar (Polman) yang tinggal dan menyewa kamar di rumah indekos lokasi kejadian.

Polisi yang melakukan penyelidikan menangkap pelaku di Kelurahan Kassa, Kecamatan Batulappa, Pinrang pada Sabtu (8/8) pagi. Pelaku langsung digelandang ke Mapolres Pinrang untuk menjalani pemeriksaan.

"Kami dari Satreskrim Polres Pinrang bekerja sama juga dengan Sat Intelkam Polres Pinrang berhasil mengamankan terduga pelaku tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan kematian," kata Prawira kepada wartawan, Sabtu (8/8).



(hsr/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads