Polres Jayawijaya, Papua Pegunungan, menyelidiki insiden penembakan di lokasi Festival Budaya Lembah Baliem (FBLDB) 2026. Polisi turut menyarankan Bupati Jayawijaya Atenius Murip menghentikan kegiatan tersebut.
"Kita sarankan ke bupati untuk dihentikan," tegas Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).
Kebijakan itu untuk mencegah terjadinya insiden lanjutan. Selain itu memberikan ruang bagi aparat keamanan untuk melakukan penyelidikan terhadap pelaku penembakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini kita masih melakukan penyelidikan dan penyisiran di lokasi," ungkap AKBP Anak Agung.
Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 sebelumnya dijadwalkan selama dua hari sejak 7-8 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda budaya utama di Jayawijaya.
Acara itu dihadiri masyarakat serta wisatawan domestik maupun mancanegara. AKBP Anak Agung memastikan situasi di lokasi sudah kondusif namun aparat keamanan tetap disiagakan.
"Kita sudah melakukan penyisiran, kita juga bekerja sama dengan TNI, termasuk satuan-satuan tugas, dibantu juga dari ODC," beber AKBP Anak Agung.
Diketahui, penembakan itu terjadi di sekitar lokasi Festival Budaya Lembah Baliem, Distrik Welesi, Jayawijaya, Sabtu (8/8) siang. Insiden itu mengakibatkan dua warga sipil terkena tembakan.
"Benar kejadiannya memang tadi sekitar jam 12.45 WIT, terjadi aksi penyerangan menggunakan senjata api yang menimbulkan dua korban dari masyarakat sipil," kata AKBP Anak Agung.
Dua korban luka sempat mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Welesi. Keduanya kemudian dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
"Saat ini 2 korban tersebut puji Tuhan alhamdulillah sudah ditangani oleh Rumah Sakit Wamena dan dalam keadaan yang baik," paparnya.
Sementara pengunjung lainnya secara bertahap dievakuasi dari lokasi pelaksanaan FBLB. Para pengunjung dilaporkan dibawa menuju Kantor Bupati Jayawijaya.
