Kasus Siswi SD di Mamasa Dikeroyok 4 Teman Saat Main Berakhir Damai

Sulawesi Barat

Kasus Siswi SD di Mamasa Dikeroyok 4 Teman Saat Main Berakhir Damai

Abdy Febriady - detikSulsel
Sabtu, 01 Agu 2026 16:25 WIB
Kasus pengeroyokan seorang siswi SD di Mamasa berakhir damai.
Kasus pengeroyokan seorang siswi SD di Mamasa berakhir damai. Foto: dok istimewa
Mamasa -

Kasus pengeroyokan melibatkan empat bocah pria terhadap seorang siswi sekolah dasar (SD) berinisial NA (12) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), berakhir damai. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan.

"Sudah damai," ujar Kapolsek Mambi Ipda Riswandi melalui pesan singkat, Sabtu (1/8/2026).

Proses perdamaian yang difasilitasi lembaga adat dan pemerintah setempat itu berlangsung di Mapolsek Mambi, Kecamatan Mambi, Jumat (31/7). Adapun keempat terduga pelaku masing-masing berinisial MI (10), MA (9), MR (8) dan AL (90

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah ada surat pernyataan damainya kedua belah pihak. Giatnya difasilitasi oleh lembaga adat dan kelurahan mambi," ungkapnya.

Riswandi tidak mengungkap poin kesepakatan kedua belah pihak yang dicantumkan dalam surat perdamaian. Meski begitu, dia menyebut korban dan pelaku masih berteman dan memiliki hubungan keluarga.

ADVERTISEMENT

"Berteman (korban dan pelaku), tidak ada orang lain masih berkeluarga semua," ujarnya.

Dia juga mengungkap kondisi korban yang sudah membaik. Menurutnya, korban hanya mendapat penanganan awal di puskesmas usai menjadi korban kekerasan.

"(Korban) Tidak sampai dirawat berhari-hari. Hanya penanganan awal," pungkasnya.

Diketahui, korban diduga dikeroyok keempat pelaku di Kelurahan Mambi, Kecamatan Mambi, Mamasa Rabu (29/07) sekitar pukul 14.00 Wita. Orang tua korban yang tidak terima kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polsek Mambi.

"Korban diduga menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh empat anak laki-laki yang seluruhnya masih berstatus anak di bawah umur," ujar Ipda Riswandi dalam keterangannya.

Dari hasil pemeriksaan awal, Riswandi menduga pengeroyokan itu dipicu pertengkaran antara korban dan pelaku saat bermain. Korban sempat dilarikan ke puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan medis.

"(Pemicu) Itu pertengkaran, biasa anak-anak. (Saling ejek) itu ji, ketersinggungan," katanya.



(hsr/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads