Wawan Sudirman (33) warga Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang tewas usai dikeroyok massa di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) merupakan sosok yang pendiam dan sabar. Korban juga merupakan tulang punggung keluarga setelah kedua orang tuanya meninggal.
Kepala Desa Kompang yang juga keluarga korban, Ansar mengatakan, korban merupakan anak yatim piatu. Ibunya meninggal pada tahun 2011, sedangkan ayahnya meninggal pada Januari 2026.
"Sudah meninggal semua (orang tuanya). Ibunya meninggal pada 2011, sedangkan ayahnya meninggal pada Januari 2026 setelah 5 tahun menderita stroke," katanya kepada detikSulsel Senin (27/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wawan lahir 24 Januari 1993 di Desa Kompang, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai. Dia merupakan anak kedua dari 5 bersaudara.
"Dia anak kedua dari 5 bersaudara. Dia tulang punggung keluarga, karena dia biayai semua adik-adiknya," sebut Ansar.
Ansar menyampaikan, dirinya mengetahui betul karakter dari Wawan sejak kecil hingga besar. Bahkan tidak pernah mempunyai masalah hingga diseret ke kantor polisi.
"Kalau dia di Sinjai sejak anak-anak tidak ada sama sekali gesekan dengan temannya, apalagi bermasalah dengan kepolisian. Yang saya tahu tidak pernah memiliki catatan kriminal selama di Sinjai," bebernya.
Ansar mengaku, korban ini orangnya sangat sabar dan rajin beribadah. Bahkan, dia kaget ketika mendengar korban ini dikeroyok massa karena mencuri.
"Dia orang yang sabar, dan rajin beribadah dengan melaksanakan salat berjamaah di masjid. Seingatku tidak pernah melakukan pencurian selama di Sinjai, tapi kalau di Morowali, kami tidak tahu," ungkapnya.
"Kami kaget ketika mendapatkan kabar dia menjadi panjang tangan (mencuri). Kami memang tidak bisa menjamin kalau di luar. Kami dari keluarganya tidak ada yang berani melihat videonya," sambung Ansar.
Dia menambahkan, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya masalah ini ke aparat penegak hukum (APH). Pihak keluarga sejauh ini masih merembukkan untuk membuat laporan polisi.
"Kami keluarganya pada umumnya menyerahkan seluruh prosesnya ke pihak berwenang. Untuk laporan nanti akan didiskusikan dulu dengan semua keluarga inti," jelasnya.
Korban Dimakamkan di Sinjai
Diketahui, Wawan dikeroyok di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Sabtu (25/7) sekitar pukul 23.05 Wita, karena diduga mencuri motor di sekitar minimarket. Jenazah korban dikebumikan di Sinjai, dekat makam orang tuanya.
"Sekitar jam 8 pagi tadi jenazahnya tiba dan dikebumikan jam 1 siang. Baru tadi dikebumikan, di dekat rumahnya," ujar Kepala Desa Kompang yang juga keluarga korban, Ansar kepada detikSulsel Senin (27/7).
Kabag Ops Polres Morowali, AKP Rustang mengatakan pihaknya masih mendalami dugaan tindak pidana pencuri motor yang dilakukan pelaku. Polisi juga mengusut aksi pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal.
"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait dugaan pencurian tersebut, sekaligus mengusut dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," Kabag Ops Polres Morowali, AKP Rustang kepada wartawan, Minggu (26/7).
Simak Video "Video: Aksi Maling Motor di Depok Todongkan Pistol Usai Aksinya Dipergoki"
[Gambas:Video 20detik] (ata/ata)
