Siswi SMP di Polman Tendang-Banting Teman di Jalanan gegara Tersinggung

Sulawesi Barat

Siswi SMP di Polman Tendang-Banting Teman di Jalanan gegara Tersinggung

Abdy Febriady - detikSulsel
Rabu, 22 Jul 2026 16:30 WIB
Siswi SMP di Polman menendang hingga membantin teman di jalanan.
Foto: Siswi SMP di Polman menendang hingga membantin teman di jalanan. (dok. Istimewa)
Polewali Mandar -

Seorang siswi SMP berinisial MA (12) menjadi korban perundungan oleh dua temannya sesama siswi, FR (13) dan NA (12) dari sekolah lain di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Pelaku menendang hingga membanting korban di jalanan diduga dipicu ketersinggungan.

Perundungan yang viral di media sosial itu terjadi di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Senin (20/7) sekira pukul 14.00 Wita. Polisi yang menerima laporan langsung memediasi kedua belah pihak yang bertikai.

"Jadi tadi sempat kita mediasi. Keterangannya mereka bahwa antara pihak korban dan pelaku sempat berselisih masalah kata-kata dan itu bisa didamaikan," kata Panit I Binmas Polsek Urban Wonomulyo, Iptu Amir Sagena kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Amir, persoalan tersebut sebelumnya telah diselesaikan oleh pihak sekolah. Namun masalah kembali memanas setelah pelaku diduga terhasut oleh dua remaja putus sekolah berinisial AN (14) dan AB (16).

"Pada saat telah didamaikan, terhasut lagi pihak lain. Ada dua orang yang menghasut sehingga memicu tindakan perundungan yang berujung aksi pemukulan," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Pihak kepolisian pun kembali orang tua kedua belah pihak untuk dilakukan mediasi di Polsek Urban Wonomulyo, Rabu (22/7). Proses mediasi turut dihadiri Kepala SMP Negeri 1 Wonomulyo dan Kepala SMP Negeri 5 Wonomulyo.

"Setelah kita lihat dan dengar, kami mengambil langkah memanggil pihak korban dan pelaku serta pihak lain yang terkait masalah ini termasuk pihak sekolah," ujar Amir.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, aksi perundungan diduga dipicu ucapan korban yang membuat pihak pelaku tersinggung. Korban disebut membuat pelaku tersinggung dengan kata-kata yang dianggap tidak pantas.

"Menurut dari pelaku yang melakukan perundungan atau pemukulan, ada kata-kata tidak pantas membuat pelaku marah dan memukul korban," ucapnya.

Amir menuturkan, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan. Dia mengaku ada tiga poin dalam perdamaian tersebut salah satunya kedua belah pihak sepakat berdamai dan saling memaafkan.

"Kedua kedua belah pihak dikembalikan pada sekolah masing-masing untuk mendapat pembinaan dari pihak sekolah, ketiga, pihak lain inisial AN dan AB dikenakan denda yang dendanya mereka yang ketahui," pungkas Amir.

Dari video beredar, tampak sejumlah siswa yang masih mengenakan seragam sekolah berkumpul di tengah jalan. Dua siswi yang diduga MA dan FR terlihat sempat terlibat adu mulut.

FR kemudian menarik MA ke atas sebuah jembatan, sebelum mendorong dan membanting tubuh korban hingga terjatuh. Terlihat juga dalam video sejumlah siswi lain berupaya memprovokasi FR untuk melanjutkan aksinya.



(sar/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads