Keluarga Korban Dugaan Pelecehan di Luwu Tak Terima Permintaan Maaf PO Bus

Keluarga Korban Dugaan Pelecehan di Luwu Tak Terima Permintaan Maaf PO Bus

Fadli Ilham - detikSulsel
Senin, 20 Jul 2026 21:03 WIB
Oknum kondektur bus Bintang Zahira diduga melecehkan penumpang wanita di Luwu.
Foto: Oknum kondektur bus Bintang Zahira diduga melecehkan penumpang wanita di Luwu. (dok. Istimewa)
Luwu -

Keluarga penumpang wanita berusia 24 tahun yang diduga menjadi korban pelecehan oleh konduktor bus berinisial J di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), tidak menerima permintaan maaf manajemen perusahaan otobus (PO) Bintang Zahira Trans. Keluarga juga menginginkan proses hukum berjalan hingga tuntas.

Ayah korban, Asril mengatakan pelaku dan manajemen PO Bintang Zahira tidak pernah menyampaikan permintaan maaf secara langsung ke korban. Bahkan, dia menyebut manajemen PO Bintang Zahira tidak mau membangun komunikasi terkait penanganan kasus tersebut.

"Dia (manajemen PO Bintang Zahira) minta maaf sama siapa, yang kedua yang komunikasi dengan pihak manajemen kan dari kami sejak kemarin tapi terkesan arogan," ujar Asril kepada detikSulsel, Senin (20/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengaku sudah menghubungi pihak manajemen Bintang Zahira secara bergantian namun tidak ada permintaan maaf. Menurutnya, jika pihak manajemen punya itikad baik seharusnya permintaan maaf disampaikan secara langsung ke korban.

"Yang disampaikan secara publik tidak menunjukkan kesungguhan menyelesaikan masalah. Sampai saat ini tidak ada niat baiknya pihak manajemen. Ada beberapa dari keluarga kami sudah hubungi dia tidak pernah minta maaf justru seolah-olah pasang badan," katanya.

ADVERTISEMENT

"Kalau dia mau minta maaf hubungi kami kita ketemu. Kalau dia sampaikan ke pihak lain dia mau lepas tangan ini," lanjutnya.

Dia mengungkapkan perwakilan keluarga sudah mendatangi kantor PO Bintang Zahira Trans di Makassar pada Senin (20/7). Namun kantor PO Bintang Zahira tersebut dalam kondisi tutup.

"Ini tadi pagi keluarga ku datang di perwakilan kantornya di Makassar itu ditutup. Kemudian siangnya juga ditutup," ujarnya.

Meski demikian, dia mengungkapkan pihak keluarga akan menerima permohonan maaf jika hal itu disampaikan secara langsung. Kendati begitu, prose hukum terhadap pelaku harus tetap berjalan.

"Kalau dia minta maaf, kami maafkan tapi proses hukum kan tetap berjalan," tandasnya.

PO Bintang Zahira Minta Maaf

Manajemen PO Bintan Zahira Trans kemudian meminta maaf atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan kondektur bus inisial J. Pihak perusahaan juga telah memecat terduga pelaku sebagai bentuk komitmen terhadap perlindungan penumpang.

"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada korban dan keluarga. Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi kami," tulis manajemen PO Bintang Zahira Trans dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/7).

Pihak perusahaan mengutuk keras segala bentuk pelecehan maupun kekerasan seksual di lingkungan operasionalnya. Manajemen tidak mentoleransi kejadian tersebut.

"Perusahaan memastikan telah memberhentikan terduga pelaku berinisial J dari jabatannya sebagai kondektur dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat kepolisian," lanjutnya.

Diketahui, pelecehan itu diduga terjadi di sekitar wilayah Kelurahan Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, Luwu, Sabtu (18/7) sekitar pukul 01.30 Wita. Bus dengan nomor polisi DD 7175 itu sedang dalam perjalanan dari Sorowako, Kabupaten Luwu Timur menuju Kota Makassar.

"Pihak manajemen Bus Bintang Zahira tidak bisa lepas tanggungjawab. Minimal mereka melakukan evaluasi terkait perilaku kru bus agar penumpang bisa nyaman menggunakan jasa mereka," tegas ayah korban, Asril.

Halaman 2 dari 2
(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads